Mundur dari Kepala PCO, Segini Harta Kekayaan Hasan Nasbi
Hasan Nasbi menyebut, mundur dari Kepala PCO bukan keputusan emosional.
Hasan Nasbi resmi mundur dari Kepala Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO). Pengunduran diri ini tidak mengejutkan. Sebab, sebelumnya sudah santer kabar Hasan Nasbi akan mundur.
Hasan Nasbi menyebut, mundur dari Kepala PCO bukan keputusan emosional. Keputusan ini sudah dipikirkan secara matang dalam situasi tenang. Namun, dia belum blak-blakan mengungkap alasan mundur.
"Ini rasanya adalah jalan terbaik yang dipikirkan dalam suasana yang amat tenang dan demi kebaikan komunikasi pemerintah di masa yang akan datang," ujarnya, Selasa (29/4).
Hasan Nasbi mengirimkan surat pengunduran diri sebagai Kepala PCO pada Senin, 21 April 2025. Surat itu diserahkan kepada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Setelah Hasan Nasbi mundur dari Kepala PCO, banyak orang penasaran dengan harta kekayaan pendukung Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ini.
Punya Harta Rp41 Miliar
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Hasan Nasbi memiliki harta kekayaan Rp41,3 miliar. Harta itu dilaporkan pada 9 Desember 2024.
Harta Hasan Nasbi terdiri dari tanah dan bangunan Rp13.967.787.329 atau Rp13,9 miliar, alat transportasi dan mesin Rp9.515.382.499 atau Rp9 miliar, kas dan setara kas Rp17.694.186.518 atau Rp17 miliar, serta harta lainnya Rp735.000.000 atau Rp735 juta.
Hasan Nasbi tercatat memiliki utang sebanyak Rp575.740.089 atau Rp575 juta. Sehingga jika total keseluruhan harta Rp41.912.356.346 dikurangi utang Rp575.740.089, maka sisa harta Hasan Nasbi adalah Rp41.336.616.257 atau Rp41,3 miliar.
Sumber Penghasilan Hasan Nasbi
Hasan Nasbi memulai kariernya sebagai jurnalis di awal tahun 2000-an, kemudian beralih menjadi peneliti, pendiri lembaga survei, hingga menduduki jabatan publik.
Perjalanan karier Hasan Nasbi dimulai dari dunia jurnalistik setelah menyelesaikan pendidikannya di Universitas Indonesia. Meskipun masa kerjanya sebagai wartawan relatif singkat, yaitu antara tahun 2005 hingga 2006, periode ini menjadi awal dari perjalanan karier dan sumber penghasilannya.
Setelah itu, dia beralih profesi menjadi peneliti di Pusat Kajian Politik UI dari tahun 2006 hingga 2008, yang tentunya memberikan penghasilan tetap. Namun, sumber penghasilan utama Hasan Nasbi kemungkinan besar berasal dari kiprahnya di dunia survei dan konsultan politik.
Dia dikenal sebagai pendiri dan pemilik Cyrus Network, sebuah lembaga survei yang didirikannya pada tahun 2010. Sebagai pemilik, dia secara langsung memperoleh penghasilan dari operasional dan aktivitas lembaga survei tersebut.
Selain itu, keahlian dan reputasinya sebagai pengamat politik juga membuatnya menjadi konsultan politik yang banyak diminati, sehingga menambah pundi-pundi penghasilannya.