Meski Pendapatan Turun 3%, Telkom Bidik Pertumbuhan Pendapatan Stabil di 2025
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) membukukan penurunan pendapatan di semester I 2025, namun tetap optimis bidik pertumbuhan pendapatan stabil di tengah tantangan industri.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menetapkan target ambisius untuk mencapai pertumbuhan pendapatan yang stabil pada tahun 2025. Langkah ini diambil di tengah kondisi industri telekomunikasi yang masih menantang, meskipun ada potensi pemulihan ekonomi yang mulai terlihat. Target ini menunjukkan komitmen perseroan untuk menjaga kinerja positif di masa mendatang.
Direktur Wholesale & International Service Telkom, Honesti Basyir, menyatakan keyakinannya terhadap strategi transformasi perusahaan. "Dengan kinerja yang senantiasa terjaga ini, kami percaya transformasi yang telah dijalankan selama ini telah berada pada jalur yang tepat untuk menciptakan pertumbuhan jangka panjang dan memberikan hasil yang optimal bagi para pemangku kepentingan," kata Honesti di Jakarta. Dia juga menekankan pentingnya memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
Pada paruh pertama tahun 2025, Telkom mencatatkan pendapatan sebesar Rp73,0 triliun. Angka ini menunjukkan penurunan 3,0 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Penurunan ini menjadi fokus perhatian, namun tidak menggoyahkan optimisme perseroan dalam mencapai target pertumbuhan.
Tantangan dan Strategi Telkom di Tengah Perubahan Ekonomi
Penurunan pendapatan yang dialami Telkom pada semester I 2025 disebabkan oleh beberapa faktor signifikan. Honesti Basyir menjelaskan, "Penurunan tersebut disebabkan karena pelemahan makroekonomi serta pergeseran strategis dari volume ke kualitas." Hal ini menunjukkan bahwa Telkom sedang menyesuaikan diri dengan dinamika pasar yang berubah, memprioritaskan nilai jangka panjang.
Meskipun pendapatan menurun, kemampuan Telkom untuk menjaga profitabilitas tetap terlihat jelas. Perseroan berhasil membukukan EBITDA sebesar Rp36,1 triliun, dengan margin EBITDA mencapai 49,5 persen. Honesti menilai, posisi margin EBITDA ini mencerminkan komitmen kuat Telkom untuk menjaga profitabilitas yang berkelanjutan di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.
Selain EBITDA yang solid, Telkom juga mencatat laba bersih sebesar Rp11,0 triliun. Angka ini memberikan margin laba bersih sebesar 15,0 persen. Pencapaian ini merupakan hasil kombinasi dari efisiensi operasional yang ketat dan penguatan disiplin modal yang diterapkan oleh manajemen Telkom.
Efisiensi Belanja Modal dan Proyeksi Masa Depan
Sepanjang paruh pertama 2025, Telkom menunjukkan efisiensi dalam pengelolaan belanja modalnya. Perseroan menggunakan belanja modal mencapai 13 persen dari total pendapatan, menurun dibandingkan periode tahun lalu yang sebesar 15,5 persen. Penurunan ini menarik perhatian, namun bukan berarti pengurangan investasi.
Honesti Basyir menegaskan bahwa penurunan belanja modal ini bukanlah tanda pengurangan investasi. Sebaliknya, hal tersebut merupakan hasil dari implementasi efisiensi yang lebih baik serta penerapan spesifikasi yang lebih tepat guna. Langkah ini diambil tanpa mengurangi kualitas layanan yang diberikan kepada pelanggan setia Telkom.
Dalam menghadapi perbaikan ekonomi yang mulai terlihat, Telkom menargetkan pertumbuhan perusahaan yang seimbang. Pertumbuhan ini akan mencerminkan keseimbangan antara ekspansi bisnis dan efisiensi operasional yang berkelanjutan. "Di tengah pertumbuhan perbaikan ekonomi, Telkom menargetkan pertumbuhan perusahaan yang mencerminkan keseimbangan dengan efisiensi," ujar Honesti Basyir.
Sumber: AntaraNews