Fakta Menarik: Pendapatan Telkom Q3 2025 Capai Rp109,6 Triliun, Bukti Ketahanan Bisnis di Tengah Dinamika Pasar
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatat Pendapatan Telkom Q3 2025 sebesar Rp109,6 triliun, menunjukkan adaptasi kuat di tengah tantangan ekonomi global. Simak detail pencapaiannya!
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berhasil menutup kuartal III tahun 2025 dengan mencatatkan pendapatan konsolidasi yang impresif. Angka Pendapatan Telkom Q3 2025 mencapai Rp109,6 triliun, sebuah pencapaian signifikan bagi perusahaan telekomunikasi nasional ini.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyatakan bahwa raihan ini menunjukkan ketahanan dan kemampuan adaptasi perusahaan. "Pencapaian ini mencerminkan ketahanan dan kemampuan adaptasi perusahaan di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika industri yang semakin cepat," ujarnya.
Pencapaian ini sekaligus membuktikan konsistensi dan penguatan agenda transformasi yang terus dijalankan Telkom. Selain pendapatan, perseroan juga membukukan EBITDA konsolidasi sebesar Rp54,4 triliun dengan margin 49,6 persen serta laba bersih Rp15,8 triliun.
Strategi Transformasi dan Optimalisasi Nilai
Dalam menghadapi persaingan dan tantangan pasar, Telkom terus berfokus pada optimalisasi nilai di segmen-segmen strategis. Hal ini termasuk konektivitas fiber dan data center, yang dianggap sebagai fondasi utama ekonomi digital Indonesia.
Dian Siswarini menegaskan, "Kami berfokus pada optimalisasi nilai di segmen-segmen strategis, termasuk konektivitas fiber dan data center, yang menjadi fondasi utama bagi masa depan ekonomi digital Indonesia." Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen perusahaan terhadap pertumbuhan berkelanjutan.
Sejalan dengan langkah transformasi, Telkom melanjutkan agenda unlocking value melalui pemisahan sebagian Bisnis dan Aset Wholesale Fiber Connectivity. Aset ini dialihkan kepada entitas anak usaha PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF), memperkuat fondasi bisnis infrastruktur digital perseroan.
Kinerja Segmen Konsumer: Telkomsel dan IndiHome
Segmen konsumer, yang mencakup layanan mobile dan fixed broadband, menunjukkan kinerja positif yang signifikan. Telkomsel, sebagai anak usaha utama Telkom, membukukan pendapatan sebesar Rp81,4 triliun pada kuartal ketiga 2025.
Peningkatan ini juga didukung oleh kenaikan Average Revenue Per User (ARPU) sebesar 5,2 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Telkomsel hingga kini melayani total 157,6 juta pelanggan seluler di seluruh Indonesia.
Selain itu, layanan IndiHome juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat dengan 10,3 juta pelanggan, naik 9,4 persen secara tahunan (yoy). Infrastruktur jaringan Telkomsel didukung oleh 288.295 Base Transceiver Station (BTS), termasuk 235.627 BTS 4G dan 4.009 BTS 5G.
Lalu lintas data (data payload) juga tumbuh stabil dengan peningkatan dua digit sebesar 17,2 persen yoy, mencapai 17.412.811 TB. Hal ini menunjukkan peningkatan penggunaan layanan data oleh pelanggan.
Pertumbuhan Segmen Wholesale dan Enterprise
Pada segmen Wholesale and International Business, Telkom mencatat pendapatan sebesar Rp14,2 triliun, tumbuh 5,7 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja positif dari bisnis infrastruktur digital dan layanan suara wholesale internasional.
Sementara itu, segmen Enterprise juga memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Telkom Q3 2025. Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp14,9 triliun dari segmen ini sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025.
Telkom juga merealisasikan belanja modal (capex) sebesar Rp15,4 triliun pada kuartal III 2025, setara dengan 14,1 persen dari total pendapatan. Belanja modal ini difokuskan untuk memperluas konektivitas digital, penguatan infrastruktur jaringan, serta peningkatan kualitas layanan pelanggan.
Sumber: AntaraNews