Mencengangkan, Dermaga Apung Pariaman Senilai Rp4 Miliar Hanyut, Pemkot Minta Bantuan Kemenpar
Pemkot Pariaman ajukan permohonan bantuan ke Kemenpar untuk pembangunan kembali **dermaga apung Pariaman** di Pulau Angso Duo yang rusak, vital bagi wisata bahari.
Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat, secara resmi mengajukan permohonan bantuan kepada Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Permohonan ini bertujuan untuk pembangunan kembali **dermaga apung Pariaman** di Pulau Angso Duo. Langkah ini diambil guna mendukung sektor wisata bahari dan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi, mengungkapkan bahwa dermaga apung yang sebelumnya ada di Pulau Angso Duo telah rusak parah dan hanyut. Kondisi ini sangat memprihatinkan bagi kelangsungan pariwisata. Pengajuan proposal dilakukan pada Jumat (19/9) lalu di Kemenpar.
Keberadaan dermaga apung sangat krusial sebagai infrastruktur penunjang bagi wisatawan yang ingin naik atau turun kapal saat berkunjung. Tanpa dermaga ini, akses ke pulau menjadi sulit. Kerusakan tersebut berdampak signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan ke salah satu magnet utama Pariaman ini.
Pentingnya Dermaga Apung bagi Wisata Bahari Pariaman
Ferialdi menegaskan bahwa dermaga apung bukan hanya sekadar fasilitas, melainkan elemen vital untuk menunjang pariwisata bahari di Pariaman, yaitu **dermaga apung**. Infrastruktur ini mempermudah wisatawan dalam beraktivitas. Selain itu, dermaga apung juga mempercantik tampilan pulau dan menjadi latar foto kekinian.
Pulau Angso Duo sendiri merupakan salah satu destinasi utama yang menarik wisatawan untuk berkunjung ke Pariaman. Dermaga apung yang berfungsi baik akan meningkatkan daya tarik pulau. Fasilitas ini sangat esensial untuk pengalaman berwisata yang nyaman dan aman.
Dampak langsung dari rusaknya dermaga apung sangat terasa pada sektor pariwisata. Ferialdi menyatakan, "Kunjungan menurun, rata-rata hari biasa saja wisatawan pulau sekitar belasan orang namun saat ini satu atau dua orang saja sulit mendapatkannya." Penurunan drastis ini mengindikasikan betapa pentingnya fasilitas tersebut.
Kondisi ini juga memengaruhi pendapatan para pengusaha kapal wisata yang biasanya mengantar wisatawan dari muara dekat Pantai Gandoriah ke Pulau Angso Duo. Banyak kapal wisata kini terpaksa tertambat karena minimnya penumpang. Hal ini menciptakan efek domino pada ekonomi lokal.
Upaya Pemkot Pariaman dan Sejarah Dermaga Apung
Dalam upaya mengatasi masalah ini, Pemkot Pariaman telah mengunjungi Kemenpar pada Jumat (19/9). Kunjungan tersebut bertujuan untuk meminta bantuan terkait sarana dan prasarana pariwisata. Pemkot serius dalam mengembalikan kejayaan wisata Pulau Angso Duo.
Proposal bantuan telah diserahkan kepada Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar. Proposal tersebut mencakup pembangunan **dermaga apung Pariaman**, pengadaan kapal katamaran, perlengkapan snorkeling, penataan pedagang di Pantai Gandoriah, serta pembangunan fasilitas umum lainnya. Ferialdi menambahkan, "Proposal tersebut diterima oleh Sekretaris Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur."
Selain itu, Pemkot Pariaman juga menyerahkan proposal ke Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Kemenpar. Permohonan ini terkait agar event Tabuik kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN). Dukungan untuk kegiatan kesenian dan wisata olahraga juga diajukan untuk menarik lebih banyak wisatawan.
Dermaga apung di Pulau Angso Duo sebelumnya merupakan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pembangunan fasilitas ini pada tahun 2016 menghabiskan anggaran sekitar Rp4 miliar. Anggaran tersebut berasal dari APBN sebesar Rp3,86 miliar dan APBD setempat sebesar Rp560 juta. Staf Ahli Bidang Ekologi Sumber Daya Laut KKP, Aryo Anggono DEA, pada saat itu menyatakan pembangunan ini menunjang pariwisata kota.
Kronologi Kerusakan dan Harapan Pemulihan
Sayangnya, pada tahun 2022, **dermaga apung Pariaman** tersebut mengalami kerusakan parah akibat hantaman gelombang laut yang kuat. Struktur dermaga kemudian hanyut terbawa arus hingga ke wilayah Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman. Hanya tiang penahan dermaga yang patah yang tersisa di lokasi.
Kerusakan ini menjadi pukulan telak bagi sektor pariwisata Pariaman, terutama bagi Pulau Angso Duo yang sangat bergantung pada akses dermaga. Upaya pemulihan menjadi prioritas utama bagi pemerintah daerah. Kehilangan fasilitas ini telah mengurangi daya saing destinasi.
Dengan adanya pengajuan proposal bantuan ke Kemenpar, Pemkot Pariaman berharap agar pembangunan kembali **dermaga apung Pariaman** dapat segera terealisasi. Pemulihan infrastruktur ini diharapkan dapat mengembalikan gairah pariwisata. Hal ini juga akan membangkitkan kembali perekonomian masyarakat lokal yang terdampak.
Ferialdi dan jajarannya optimis bahwa dukungan dari pemerintah pusat akan membantu Pariaman untuk kembali bersinar sebagai destinasi wisata bahari unggulan. Pembangunan dermaga apung yang baru dan lebih kokoh menjadi kunci. Ini akan memastikan keberlanjutan kunjungan wisatawan ke Pulau Angso Duo.
Sumber: AntaraNews