Menaker: Penyaluran BSU Hanya Satu Kali, Ini Kebijakan Langsung dari Presiden Prabowo
Penyaluran BSU kepada 16 juta pekerja di seluruh Indonesia langsung dua bulan yakni Juni dan Juli 2025.
Menteri Ketenagakerjaann, Yassierli menegaskan bahwa penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) hanya dilakukan satu kali setiap tahunnya. Hal itu sesuai dengan perintah Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat pada kuartal II tahun 2025.
"Perlu dicatat bahwa hanya satu kali. Satu kali. Karena ini adalah kebijakan yang sifatnya adalah langsung dari Bapak Presiden Prabowo untuk meningkatkan daya beli kuartal kedua," ujarnya kepada wartawan di Makassar, Minggu (27/7).
Meski demikian,penyaluran BSU kepada 16 juta pekerja di seluruh Indonesia langsung dua bulan yakni Juni dan Juli 2025. Setiap penerima BSU mendapatkan Rp600.000.
"Untuk dua bulan, Juni dan Juli berturut-turut. Tapi dibayarkannya satu kali," kata Yassierli.
Yassierlie menyebutkan penyaluran BSU dilakukan secara hati-hati agar bisa tepat sasaran. Dia menegaskan akan bertanggungjawab transparansi penyaluran BSU.
"Kami memang sangat hati-hati, karena ini adalah amanat uang APBN. Kita enggak semudah bagi begitu ya, karena ini nanti juga prosesnya harus bisa kami pertanggungjawabkan, harus di audit dan seterusnya, dan ini adalah upaya kami terbaik," kata dia.
Yassierli menjelaskan penyaluran BSU tidak hanya dilakukan di perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara Indonesia (Himbara), tetapi juga Kantor Pos.
"Terima kasih PT Pos yang juga kita minta kerja sama untuk penyaluran BSU," ucapnya.
Pos Indonesia Siapkan 4.000 Titik Layanan Nasional
Sementara Direktur Bisnis Jasa Keuangan PT Pos Indonesia (Persero) Haris mengatakan telah menyiapkan lebih dari 4.000 titik layanan nasional, termasuk pembukaan layanan khusus di hari libur serta sistem pemantauan real-time untuk memastikan distribusi berjalan aman dan transparan.
"Kami berkomitmen menyalurkan bantuan ini dengan prinsip 3T: Tepat Waktu, Tepat Guna, dan Tepat Sasaran. Layanan Kantorpos di Makassar dan seluruh Sulsel sudah dalam status siaga penuh," ujar Haris.
Haris menambahkan bahwa PosIND terus bekerja memenuhi amanah dari Kemnaker dan khususunya BPJS Ketenagakerjaan dalam menyalurkan uang BSU hingga ke pelosok.