Libur Nataru 2025/2026: Pengunjung Kebun Raya Bali Melonjak Drastis, Tembus 20 Ribu Orang
Lonjakan signifikan Pengunjung Kebun Raya Bali selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mencapai 20 ribu orang, puncaknya 1 Januari 2026. Apa daya tarik utamanya?
Kebun Raya Bali di Bedugul, Kabupaten Tabanan, mencatat lonjakan jumlah pengunjung yang sangat signifikan selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Angka kunjungan wisatawan menembus lebih dari 20 ribu orang, menunjukkan peningkatan drastis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Fenomena ini mengukuhkan posisi Kebun Raya Bali sebagai salah satu destinasi favorit di Pulau Dewata.
Manajer Kebun Raya Bali, I Dewa Putu Pasnadi Putra, mengungkapkan bahwa rata-rata kunjungan harian mencapai antara 3.000 hingga 5.000 orang selama masa liburan tersebut. Puncak kunjungan terjadi pada tanggal 1 Januari 2026, di mana lebih dari 10 ribu orang memadati area kebun raya. Angka ini menandai peningkatan sebesar 77 persen dibandingkan perayaan Tahun Baru 2025.
Peningkatan jumlah Pengunjung Kebun Raya Bali ini tidak lepas dari berbagai upaya pengelola untuk menyajikan pengalaman menarik bagi wisatawan. Berbagai agenda khusus, termasuk bazar akhir tahun, menjadi magnet kuat yang berhasil menarik perhatian masyarakat. Kebun Raya Bali terus berinovasi untuk mempertahankan daya tariknya sebagai pusat konservasi dan rekreasi.
Lonjakan Angka Kunjungan Libur Nataru
Periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menjadi momen emas bagi Kebun Raya Bali dengan pencapaian rekor kunjungan. Total lebih dari 20 ribu Pengunjung Kebun Raya Bali memadati destinasi ini, melampaui angka 12 ribu orang pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan tren positif pariwisata di Bali, khususnya di kawasan Bedugul.
Menurut I Dewa Putu Pasnadi Putra, manajer Kebun Raya Bali, rata-rata kunjungan harian selama liburan berkisar antara 3.000 hingga 5.000 orang. Angka ini mencerminkan antusiasme masyarakat untuk menikmati keindahan alam dan fasilitas yang ditawarkan. Kebun Raya Bali terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi setiap pengunjung.
Puncak keramaian terjadi pada hari pertama tahun 2026, tepatnya 1 Januari, dengan jumlah pengunjung mencapai lebih dari 10 ribu orang. Angka ini merupakan peningkatan signifikan sebesar 77 persen dibandingkan dengan perayaan Tahun Baru 2025. Lonjakan ini menjadi indikator keberhasilan strategi promosi dan pengelolaan yang diterapkan oleh pihak Kebun Raya Bali.
Daya Tarik dan Agenda Spesial Akhir Tahun
Salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan Pengunjung Kebun Raya Bali adalah penyelenggaraan bazar akhir tahun yang menarik. Bazar ini menjadi wadah bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar area kebun raya untuk memamerkan produk-produk mereka. Inisiatif ini tidak hanya mendukung ekonomi lokal tetapi juga memperkaya pengalaman pengunjung.
Berbagai kegiatan menarik diselenggarakan dalam bazar tersebut, meliputi penampilan kesenian lokal yang memukau, sesi olahraga dan kebugaran, serta lokakarya merangkai bunga. Selain itu, pengunjung juga dihibur dengan penampilan musik akustik yang menciptakan suasana santai dan menyenangkan. Bazar ini berlangsung dari Rabu, 31 Desember 2025, hingga Minggu, 4 Januari 2026, dari pukul 08.00 hingga 17.00 WITA.
I Dewa Putu Pasnadi Putra menjelaskan bahwa tujuan utama bazar ini adalah memberikan hiburan yang menarik dan atraktif kepada para pengunjung. Selain itu, bazar juga berfungsi sebagai platform untuk mempromosikan produk-produk UMKM lokal. Kombinasi antara hiburan dan dukungan terhadap UMKM menjadikan Kebun Raya Bali destinasi yang lebih dinamis.
Fungsi dan Keunikan Kebun Raya Bali
Kebun Raya Bali, yang memiliki luas sekitar 157,5 hektare, bukan hanya sekadar tempat rekreasi, tetapi juga memiliki fungsi penting sebagai kawasan konservasi. Kebun raya ini diresmikan pada tahun 1959 dan sejak saat itu berperan aktif dalam pelestarian tumbuhan. Lokasinya yang berada di Desa Candikuning, Tabanan, menawarkan hawa sejuk dan panorama alam yang menawan.
Dari ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut, pengunjung dapat menikmati pemandangan bentang alam yang indah serta Danau Beratan yang memukau. Selain fungsi konservasi, Kebun Raya Bali juga menjadi pusat penelitian dan edukasi bagi masyarakat. Ini menjadikannya tempat yang ideal untuk belajar tentang keanekaragaman hayati sambil menikmati keindahan alam.
Kebun raya ini secara khusus ditujukan untuk melestarikan tumbuhan tropika dari kawasan timur Indonesia. Selain itu, Kebun Raya Bali juga mengoleksi Gymnospermae atau tumbuhan berdaun jarum dari seluruh dunia, karena jenis tumbuhan ini dapat tumbuh dengan baik di iklim sejuk Bedugul. Harga tiket masuk Kebun Raya Bali adalah Rp15.500 per orang pada hari biasa dan Rp25.500 pada hari libur, menjadikannya destinasi yang terjangkau.
Sumber: AntaraNews