Kunjungan Kebun Raya Cibodas Melonjak 20 Persen Selama Libur Lebaran 2026
Kebun Raya Cibodas di Cianjur mencatat peningkatan Kunjungan Kebun Raya Cibodas sebesar 20 persen selama libur Lebaran 2026, menjadikannya destinasi favorit wisatawan dan pendorong ekonomi lokal.
Kebun Raya Cibodas (KRC) di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kembali menjadi magnet bagi para wisatawan. Destinasi hijau ini ramai dikunjungi selama periode libur Lebaran 2026. KRC mencatat lonjakan angka kunjungan signifikan, mencapai 20 persen dibandingkan Lebaran tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan daya tarik KRC yang tak lekang oleh waktu bagi pengunjung.
General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, Zaenal Arifin, mengungkapkan peningkatan Kunjungan Kebun Raya Cibodas. Peningkatan ini sudah terlihat sejak H+1 Lebaran. Pada hari tersebut, jumlah pengunjung harian mencapai sekitar 5.000 orang. Kunjungan didominasi wisatawan lokal yang ingin bersilaturahmi atau halal bihalal.
Angka kunjungan diprediksi akan terus tinggi hingga akhir masa libur panjang. Lonjakan pengunjung ini tidak hanya berdampak positif bagi pengelola KRC. Perekonomian lokal juga ikut terangkat. Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar kawasan wisata turut merasakan peningkatan pendapatan.
Peningkatan Kunjungan Signifikan di Kebun Raya Cibodas
Kebun Raya Cibodas (KRC) membuktikan diri sebagai destinasi wisata unggulan dengan mencatat peningkatan Kunjungan Kebun Raya Cibodas sebesar 20 persen selama libur Lebaran 2026. Angka ini melampaui capaian pada periode Lebaran tahun sebelumnya, menunjukkan minat masyarakat yang tinggi terhadap wisata alam. Peningkatan ini mulai terasa sejak H+1 Lebaran, dengan rata-rata 5.000 pengunjung per hari.
Zaenal Arifin, General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, menargetkan angka kunjungan dapat mencapai 10.000 orang hingga akhir libur Lebaran. Ia juga memprediksi bahwa jumlah pengunjung akan tetap tinggi hingga satu pekan ke depan. Banyak pemudik yang singgah untuk beristirahat sambil menikmati keindahan Kebun Raya Cibodas sebelum melanjutkan perjalanan pulang.
Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, pihak pengelola telah menambah berbagai sarana dan prasarana. Fasilitas seperti arena bermain anak dan tenda untuk berteduh disiapkan di titik-titik ramai. Penambahan fasilitas ini bertujuan untuk memberikan pengalaman terbaik bagi setiap wisatawan yang datang.
Daya Tarik Kebun Raya Cibodas bagi Wisatawan dan Pemudik
Kebun Raya Cibodas tetap menjadi pilihan favorit bagi wisatawan dari dalam maupun luar Cianjur, terutama dari wilayah Jabodetabek dan Banten. Pada H+1 Lebaran, Kunjungan Kebun Raya Cibodas didominasi oleh wisatawan lokal yang mengadakan pertemuan keluarga atau halal bihalal. Hari-hari berikutnya, pengunjung didominasi oleh warga Jabodetabek serta pemudik yang melintas.
Zaenal Arifin menjelaskan bahwa KRC dikenal sebagai tempat istirahat yang ideal bagi pemudik sebelum melanjutkan perjalanan. Keindahan alam dan suasana yang tenang menjadi daya tarik utama bagi mereka yang mencari jeda dari kepadatan lalu lintas. Kebun raya ini menawarkan koleksi jutaan pohon dan bunga langka yang memukau.
Faktor lain yang berkontribusi pada tingginya kunjungan adalah status KRC sebagai destinasi yang ramah keluarga. Dengan fasilitas yang terus ditingkatkan, KRC mampu memenuhi kebutuhan rekreasi berbagai kelompok usia. Lingkungan yang asri dan sejuk juga menjadi nilai tambah yang dicari oleh para pengunjung.
Dampak Ekonomi Positif Kunjungan Kebun Raya Cibodas bagi UMKM Lokal
Lonjakan Kunjungan Kebun Raya Cibodas selama libur Lebaran 2026 membawa angin segar bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kawasan Wisata Cibodas. Haryati (43), salah satu pelaku UMKM, mengungkapkan adanya peningkatan penghasilan yang signifikan. Pendapatan mereka bahkan jauh lebih baik dibandingkan libur Lebaran tahun sebelumnya.
Para pelaku usaha dapat meraup keuntungan hingga ratusan ribu bahkan satu juta rupiah setiap harinya selama libur panjang hari raya. Peningkatan ini sangat membantu menggairahkan kembali perekonomian lokal yang sempat menurun. Haryati menambahkan bahwa tidak adanya biaya masuk kawasan saat ini turut menjadi faktor pendorong.
Tahun lalu, angka kunjungan sempat menurun karena wisatawan mengeluhkan biaya masuk kawasan yang memberatkan. Kebijakan tanpa biaya masuk saat ini terbukti efektif menarik lebih banyak pengunjung dan secara langsung meningkatkan omzet UMKM. Hal ini menunjukkan sinergi positif antara pengelolaan wisata dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Sumber: AntaraNews