Naik Signifikan, 334.419 Mobil Keluar Jabotabek saat Libur Kenaikan Yesus Kristus
Data tersebut merupakan akumulasi arus kendaraan dari empat gerbang tol utama, yakni Gerbang Tol Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Cikupa, dan Ciawi.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A Purwantono, menyampaikan volume lalu lintas kendaraan keluar Jabotabek selama periode H-1 hingga Hari H libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026 mengalami peningkatan signifikan.
Pada Rabu-Kamis, 13-14 Mei 2026, tercatat sebanyak 334.419 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek atau naik 20,61 persen dibandingkan lalu lintas normal yang mencapai 277.278 kendaraan.
Data tersebut merupakan akumulasi arus kendaraan dari empat gerbang tol utama, yakni Gerbang Tol Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Cikupa, dan Ciawi.
"Untuk distribusi lalu lintas keluar Jabotabek menuju ke tiga arah, yaitu mayoritas sebanyak 157.269 kendaraan (47%) menuju arah Timur (Trans Jawa dan Bandung), 92.124 kendaraan (27,5%) menuju arah Barat (Merak), dan 85.026 kendaraan (25,4%) menuju arah Selatan (Puncak)," kata Rivan dalam keterangannya, Jumat (15/5).
Arah Trans Jawa dan Bandung Jadi Tujuan Favorit
Rivan merinci, kendaraan yang keluar Jabotabek menuju arah Trans Jawa melalui Gerbang Tol Cikampek Utama di Jalan Tol Jakarta-Cikampek mencapai 77.198 kendaraan atau meningkat 40,41 persen dibandingkan lalu lintas normal.
Sementara itu, kendaraan menuju arah Bandung melalui Gerbang Tol Kalihurip Utama di Jalan Tol Cipularang tercatat sebanyak 80.071 kendaraan atau naik 37,53 persen dari kondisi normal.
"Total lalin keluar Jabotabek menuju arah Trans Jawa dan Bandung melalui kedua GT tersebut adalah sebanyak 157.269 kendaraan, meningkat sebesar 38,93% dari lalin normal," ujarnya.
Untuk kendaraan menuju arah Merak melalui Gerbang Tol Cikupa di Jalan Tol Tangerang-Merak, tercatat sebanyak 92.124 kendaraan atau turun 5,14 persen dibandingkan lalu lintas normal.
Adapun kendaraan menuju kawasan Puncak melalui Gerbang Tol Ciawi di Jalan Tol Jagorawi mencapai 85.026 kendaraan atau meningkat 26,97 persen dari kondisi normal.
Mobilitas Masyarakat Dinilai Masih Tinggi
Menurut Rivan, tingginya volume kendaraan keluar Jabotabek menunjukkan mobilitas masyarakat selama periode libur panjang masih cukup tinggi. Ia menyebut pada Hari H libur Kenaikan Yesus Kristus, Kamis (14/5/2026), arus kendaraan keluar Jabotabek tercatat mencapai 163.846 kendaraan.
"Untuk lalin harian, pada hari H (Kamis, 14 Mei 2026) lalin keluar Jabotabek tercatat 163.846 kendaraan, lebih rendah 45,75% dari lalin normal. Meskipun demikian, pada periode tersebut, lalu lintas keluar wilayah Jabotabek masih lebih tinggi jika dibandingan dengan lalu lintas yang masuk ke wilayah Jabotabek," sebutnya.
Menghadapi tingginya mobilitas kendaraan, PT Jasa Marga (Persero) Tbk memastikan kesiapan layanan rest area di sepanjang ruas tol yang dikelola perusahaan. Rivan mengimbau pengguna jalan untuk tetap mengutamakan keselamatan berkendara dan menjaga kondisi fisik selama perjalanan.
"Untuk memberikan pengalaman berkendara yang aman, nyaman, dan berkeselamatan bagi pengguna jalan tol, Jasa Marga juga memastikan kesiapan layanan rest area di sepanjang jalan tol Jasa Marga Group yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan," jelasnya.
Ia mengatakan, salah satu fokus perusahaan saat ini adalah program rejuvenasi Travoy Rest, yaitu pembaruan rest area yang dimiliki dan dikelola oleh Jasa Marga.
"Rejuvenasi difokuskan pada pembaruan fasilitas umum, penataan tenant serta optimalisasi area parkir dan ruang terbuka hijau untuk menjamin kenyamanan pengguna saat beristirahat. Selain itu, kami juga memodernisasi fasilitas dan meningkatkan kapasitas tampung rest area agar tetap relevan dengan kebutuhan pengguna jalan saat ini,” tegasnya.
Pengendara Diimbau Pantau Kondisi Lalu Lintas
Melalui program tersebut, Jasa Marga memastikan fasilitas rest area dapat memenuhi kebutuhan pengguna jalan sekaligus mendukung Standar Pelayanan Minimal di jalan tol. Rivan juga mengimbau masyarakat memanfaatkan aplikasi Travoy untuk memantau kondisi lalu lintas dan kapasitas rest area guna menghindari penumpukan kendaraan di titik tertentu.
"Kami menyarankan pengguna jalan untuk aktif memantau kondisi rekayasa lalu lintas dan kapasitas rest area melalui aplikasi Travoy sehingga potensi penumpukan kendaraan di satu titik dapat kita hindari bersama untuk mewujudkan kelancaran dan kenyamanan perjalanan dari para pengguna jalan tol," ungkapnya.
Selain itu, pengguna jalan diminta memastikan kondisi fisik pengemudi, kelayakan kendaraan, saldo uang elektronik, hingga ketersediaan bahan bakar sebelum melakukan perjalanan.
"Pengguna jalan untuk dipastikan kesiapan fisik pengemudi dan kelaikan kendaraan serta mematuhi rambu dan arahan petugas dilapangan. Selain itu, kecukupan saldo kartu uang elektronik dan bahan bakar juga menjadi aspek penting sebelum melakukan perjalanan," pungkasnya.