Lakukan Ini Agar Stress Akibat Terkena PHK Bisa Berkurang
Dampak dari pemutusan hubungan kerja (PHK) tidak dapat disepelekan.
Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan efisiensi anggaran senilai Rp306 triliun melalui Inpres Nomor 1 Tahun 2025. Akibatnya, sejumlah kementerian/lembaga (K/L) dilaporkan melakukan aksi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap tenaga honorer.
Meskipun pemerintah menekankan efisiensi, bukan PHK, realitanya beberapa instansi telah melakukan PHK, terutama pada karyawan kontrak dan tenaga lepas.
Melansir laman Alodokter, Kamis (13/2), dampak dari pemutusan hubungan kerja (PHK) tidak dapat disepelekan. Seseorang dapat menjadi rentan stres, bahkan masalah psikologis tertentu akibat hilangnya pekerjaan.
Untuk itu, bagi pekerja yang terdampak PHK diimbau untuk tidak larut dalam kesedihan terlalu lama. Hal ini dapat membahayakan kondisi kesehatanmu secara keseluruhan jika dibiarkan berlarut-larut.
Agar bisa bangkit dari masa sulit, berikut beberapa cara mengatasi stres setelah PHK:
Lima cara redakan stress
1. Atur keuangan dengan baik
Faktanya, masalah keuangan bisa menjadi salah satu faktor yang membuatmu stres. Hal ini karena hilangnya pendapatan untuk menyambung hidup.
Oleh sebab itu, kamu perlu membuat anggaran keuangan yang baru. Mulailah mengurangi berbagai pengeluaran yang tidak penting, seperti membeli makanan mahal atau belanja online.
Jika mempunyai punya tagihan bulanan, seperti kartu kredit, sebaiknya segera menjelaskan situasi keuanganmu saat ini kepada pihak bank atau penyedia jasa kartu kredit. Dengan begitu, mereka mungkin bisa memberi kelonggaran waktu terkait pembayaran tagihan bulananmu.
2. Jadwalkan waktu untuk mencari pekerjaan baru
Langkah selanjutnya,segera bangkit untuk mencari pekerjaan baru. Namun, jangan lakukan hal tersebut secara berlebihan, ya, karena justru bisa membuatmu menjadi lebih stres.
Sebaiknya jadwalkan lah waktu, misalnya 3 jam setiap harinya, untuk mencari peluang pekerjaan baru. Tak kalah penting, segera memperbarui resume atau CV, dan membuat surat lamaran pekerjaan untuk meningkatkan peluang diterima kerja.
3. Lakukan kegiatan yang positif
Jika jadwal harian untuk mencari kerja telah selesai, kamu bisa mengisi waktu luang dengan melakukan berbagai kegiatan positif yang kamu sukai. Contohnya dengan membaca buku, menulis jurnal, menonton film atau drama Korea, melukis, dan meditasi.
"Selain itu, kamu juga bisa mengikuti berbagai webinar gratis untuk menambah skill baru yang mungkin akan berguna untuk pekerjaanmu selanjutnya," tulis Alodokter.
4. Terapkan pola hidup sehat
Untuk menjaga kesehatan fisik dan mentalmu setelah di-PHK, kamu juga perlu menerapkan pola hidup yang sehat. Mulailah dengan konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, istirahat yang cukup atau tidur selama 7 hingga 9 jam setiap malam.
Sebaiknya, mulai berhenti merokok, dan jangan lupa juga untuk berolahraga secara teratur. Olahraga bisa membantumu mengelola stres dengan cara menstimulasi produksi hormon endorfin, yakni hormon penghilang stres dan rasa sakit alami.
5. Jaga komunikasi dengan orang-orang terdekat
Agar tidak semakin stres dan merasa kesepian, kamu perlu tetap berinteraksi dengan orang di sekitarmu setelah terkena PHK. Misalnya keluarga, kerabat, atau mungkin teman kerjamu sebelumnya.
Kamu juga bisa memanfaatkan media sosial untuk berinteraksi dengan orang lain dan mencari lowongan pekerjaan baru.
Selain berbagai tips di atas, kamu juga bisa mencoba mencari pendapatan sampingan dengan berjualan di toko online atau mencari pekerjaan yang bersifat freelance. Ini bisa membantumu secara finansial dan membangun koneksi agar kamu bisa melamar pekerjaan yang baru.