Kolaborasi TPID TP2DD Perkuat Stabilitas Harga Pasar Jelang Nataru di Sulsel
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Sulawesi Selatan memperkuat kolaborasi untuk menjaga stabilitas harga pasar, khususnya menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Upaya ini dilakukan guna.
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Sulawesi Selatan mengintensifkan sinergi mereka. Kolaborasi ini bertujuan utama untuk memastikan stabilitas harga pasar, terutama dalam menghadapi periode krusial menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Penguatan kerja sama ini diwujudkan melalui sebuah High-Level Meeting (HLM) yang diselenggarakan di Makassar pada hari Minggu. Pertemuan tersebut berfokus pada penguatan Program Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) guna mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Sulawesi Selatan.
Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, menekankan pentingnya langkah ini. "Kegiatan ini dilakukan melalui High-Level Meeting (HLM) dengan tujuan melakukan penguatan Program ETPD Guna Mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Sulsel," ujarnya, mengingat kecenderungan kenaikan harga kebutuhan konsumsi menjelang hari besar.
Antisipasi Kenaikan Harga dan Perkembangan Inflasi
Menjelang perayaan besar seperti Natal dan Tahun Baru, pengalaman historis menunjukkan adanya potensi kenaikan harga kebutuhan pokok. Fenomena ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk menjaga daya beli masyarakat.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, memaparkan data inflasi terkini. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Sulawesi Selatan mencatat deflasi bulanan sebesar 0,07 persen (mtm) pada bulan November 2025.
Dengan perkembangan tersebut, laju inflasi Sulawesi Selatan hingga November 2025 tercatat sebesar 2,34 persen (ytd). Meskipun demikian, beberapa komoditas tetap memerlukan perhatian khusus karena harganya cenderung meningkat pada periode Nataru.
Komoditas yang diidentifikasi berpotensi mengalami kenaikan harga antara lain cabai rawit, angkutan udara, bawang merah, beras, dan telur ayam ras. Pemantauan dan intervensi dini terhadap komoditas ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga.
Strategi Pengendalian Inflasi Menyeluruh
Sebagai respons terhadap potensi inflasi, Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi memberikan arahan strategis kepada seluruh bupati dan walikota di Sulawesi Selatan. Arahan ini mencakup berbagai upaya konkret untuk mengendalikan harga.
Salah satu strategi yang ditekankan adalah melanjutkan program urban farming melalui optimalisasi lahan. Ini dilakukan dengan penanaman bibit hortikultura, bekerja sama dengan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, untuk memastikan pasokan lokal.
Selain itu, pemerintah daerah juga didorong untuk mengoptimalkan penggunaan cold storage yang sudah ada. Pembangunan pabrik es mini di lokasi strategis serta pemanfaatan teknologi Ozone juga diinstruksikan untuk memperpanjang umur simpan ikan dan produk hortikultura. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menekan gejolak harga akibat keterbatasan pasokan atau kerusakan produk.
Sumber: AntaraNews