Kemnaker, BUMN, dan Swasta Kolaborasi Gelar Mudik Gratis Pekerja untuk 11 Ribu Orang
Kementerian Ketenagakerjaan bersinergi dengan BUMN dan perusahaan swasta menyelenggarakan program Mudik Gratis Pekerja bagi belasan ribu buruh, menawarkan perjalanan aman dan nyaman untuk Idul Fitri 1447 H.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh di Indonesia. Melalui kolaborasi strategis dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), lima perusahaan swasta, serta sembilan organisasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB), Kemnaker menggelar program mudik gratis. Inisiatif ini dirancang khusus untuk memfasilitasi 11.121 orang pekerja/buruh agar dapat merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah di kampung halaman mereka.
Program bertajuk “Mudik Aman Family Happy” ini merupakan wujud kepedulian berbagai pihak terhadap para pekerja. Sebanyak 227 unit bus telah disiapkan untuk mengangkut ribuan peserta mudik. Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menjelaskan bahwa program ini diharapkan dapat menciptakan ketenangan dalam bekerja.
Selain itu, program ini juga bertujuan mendukung keberlangsungan usaha. Dengan demikian, terwujud hubungan industrial yang harmonis, dinamis, berkeadilan, dan transformatif. Mudik gratis ini menjadi solusi transportasi yang aman dan terjangkau bagi para pekerja dan keluarga mereka.
Sinergi Lintas Sektor untuk Kesejahteraan Pekerja
Wamenaker Afriansyah Noor, yang akrab disapa Ferry, menegaskan pentingnya program mudik bersama ini. Menurutnya, inisiatif ini merupakan bentuk kepedulian dan partisipasi aktif dari perusahaan. Hal ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.
Program ini juga sejalan dengan amanah Pasal 100 Undang-Undang Ketenagakerjaan. Pasal tersebut menyatakan bahwa pengusaha wajib menyediakan fasilitas kesejahteraan untuk meningkatkan taraf hidup pekerja/buruh. Oleh karena itu, penyediaan fasilitas mudik menjadi salah satu bentuk nyata pemenuhan kewajiban tersebut.
Melalui sinergi antara pemerintah, BUMN, swasta, dan serikat pekerja, program ini menjadi contoh kolaborasi yang efektif. Tujuannya adalah untuk menciptakan ekosistem kerja yang lebih adil dan suportif. Keterlibatan berbagai pihak ini memastikan cakupan program yang lebih luas dan manfaat yang maksimal bagi para pekerja.
Manfaat dan Tujuan Program Mudik Gratis
Program mudik gratis ini memiliki beberapa tujuan utama yang sangat strategis. Pertama, program ini dirancang untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi selama musim mudik. Dengan menyediakan transportasi yang terorganisir dan aman, diharapkan angka kecelakaan dapat ditekan secara signifikan.
Kedua, inisiatif ini juga bertujuan untuk meningkatkan nilai budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kesadaran akan pentingnya keselamatan tidak hanya di tempat kerja, tetapi juga selama perjalanan, menjadi fokus utama. Peningkatan budaya K3 ini diharapkan berdampak positif pada produktivitas pekerja.
Ketiga, mudik gratis ini secara langsung mengurangi beban biaya transportasi bagi pekerja/buruh. Terutama saat mereka ingin merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah bersama keluarga di kampung halaman. Penghematan ini tentu sangat berarti bagi keuangan keluarga pekerja.
Rincian Jadwal dan Destinasi Pemberangkatan
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Indah Anggoro Putri, menjelaskan detail jadwal pemberangkatan. Sebanyak 10 bus yang memfasilitasi 500 pekerja/buruh beserta keluarganya akan diberangkatkan serentak dari halaman kantor Kemnaker. Pemberangkatan ini dijadwalkan pada tanggal 17 Maret 2026, dengan tujuan utama Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta.
Selain itu, terdapat 28 unit bus lainnya yang akan mengangkut 1.385 orang pekerja beserta keluarganya. Pemberangkatan bus-bus ini akan dilakukan dari luar kantor Kemnaker, dengan jadwal antara 15 hingga 18 Maret 2026. Destinasi yang dituju meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Lampung, Palembang, Padang, dan Jambi.
Secara keseluruhan, total 38 bus telah didonasikan oleh tujuh perusahaan untuk program mudik gratis ini. Sebanyak 10 bus berangkat dari Kemnaker, sementara 28 bus lainnya diberangkatkan dari lokasi di luar Kemnaker. Ini menunjukkan partisipasi aktif dari sektor swasta dalam mendukung program kesejahteraan pekerja.
Sumber: AntaraNews