KAI: 42 Ribu Lebih Tiket Angkutan Lebaran di Malang Raya Ludes Terjual
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat lebih dari 42 ribu tiket Angkutan Lebaran 2026 di Malang Raya telah terjual per 27 Februari 2026, menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat. Simak rincian lengkap penjualan tiket mudik ini.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 8 Surabaya melaporkan penjualan tiket kereta api jarak jauh untuk Angkutan Lebaran 2026 di stasiun wilayah Malang Raya, Jawa Timur, telah mencapai angka signifikan. Per 27 Februari 2026, sebanyak 42.385 tiket telah berhasil terjual, menandakan tingginya minat masyarakat untuk menggunakan moda transportasi kereta api saat mudik. Angka ini mencakup keberangkatan dari seluruh stasiun di Malang Raya untuk periode 11 Maret hingga 1 April 2026, atau H-10 hingga H+10 Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Manager Humas PT KAI Daerah Operasi 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa jumlah tiket yang terjual tersebut mencapai 31 persen dari total kuota 136.045 tempat duduk yang tersedia. Penjualan ini menunjukkan persiapan awal masyarakat dalam merencanakan perjalanan mudik mereka. KAI terus berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk kenyamanan penumpang selama periode sibuk ini.
Tingginya angka penjualan tiket Angkutan Lebaran KAI Malang Raya ini juga mencerminkan kepercayaan publik terhadap layanan kereta api sebagai pilihan utama transportasi. KAI berkomitmen untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan bagi seluruh penumpang. Berbagai persiapan telah dilakukan untuk menghadapi lonjakan penumpang yang diperkirakan terjadi pada masa libur Lebaran mendatang.
Antusiasme Penumpang di Berbagai Stasiun Malang Raya
Penjualan tiket Angkutan Lebaran KAI Malang Raya menunjukkan distribusi yang menarik di berbagai stasiun. Dari total 42.385 tiket yang telah terjual, Stasiun Malang di Kota Malang menjadi penyumbang terbesar dengan 34.754 tiket. Angka ini menunjukkan dominasi Stasiun Malang sebagai titik keberangkatan utama bagi pemudik di wilayah tersebut.
Selain Stasiun Malang, stasiun lain di Malang Raya juga mencatat penjualan yang cukup baik. Stasiun Kepanjen di Kabupaten Malang berhasil menjual 3.291 tiket, sementara Stasiun Malang Kota Lama di Kota Malang mencatatkan 2.764 tiket. Stasiun Lawang dan Stasiun Sumberpucung, keduanya di Kabupaten Malang, secara kolektif menyumbang 1.576 tiket.
Data ini mengindikasikan bahwa masyarakat dari berbagai penjuru Malang Raya telah mulai merencanakan perjalanan mudik mereka. Ketersediaan tiket di berbagai stasiun memudahkan akses bagi calon penumpang. KAI terus memantau penjualan tiket untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat.
Rute Favorit dan Kesiapan Armada KAI
Minat masyarakat terhadap Angkutan Lebaran KAI Malang Raya tidak hanya terlihat dari jumlah tiket yang terjual, tetapi juga dari rute tujuan favorit. Beberapa kota besar seperti Jakarta, Banyuwangi, Bandung, dan Purwokerto menjadi destinasi utama pilihan penumpang. Hal ini menunjukkan pola pergerakan pemudik yang beragam dari wilayah Malang Raya.
Untuk memenuhi kebutuhan ini, PT KAI Daerah Operasi 8 Surabaya mengoperasikan sebanyak 13 kereta api di wilayah Malang Raya. Jumlah ini sudah termasuk satu kereta api tambahan yang disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Sisanya merupakan kereta api reguler yang beroperasi setiap hari.
Ketersediaan armada yang memadai serta penambahan kereta api menunjukkan kesiapan KAI dalam menghadapi periode Angkutan Lebaran 2026. Mahendro Trang Bawono menekankan bahwa tingginya minat ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api sebagai moda transportasi andalan. KAI akan terus berupaya menjaga kualitas layanan untuk memastikan perjalanan mudik yang aman dan nyaman bagi semua.
Sumber: AntaraNews