Kabar Gembira! Commuter Line Surabaya-Probolinggo Ditargetkan Beroperasi Sebelum Lebaran 2026
Mobilitas warga Jawa Timur kian mudah dan nyaman! Commuter Line Surabaya-Probolinggo ditargetkan beroperasi sebelum Lebaran 2026, siapkan perjalanan Anda lebih cepat dan aman.
Pemerintah Kota Probolinggo telah mengumumkan target pengoperasian Commuter Line rute Surabaya-Probolinggo. Layanan transportasi ini diharapkan dapat terealisasi sebelum Lebaran 2026 mendatang. Keputusan ini merupakan hasil audiensi intensif antara Pemerintah Kota Probolinggo dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Jakarta.
Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, menyatakan bahwa perpanjangan layanan Commuter Line Supas (Surabaya-Pasuruan) hingga Stasiun Probolinggo telah disetujui oleh Kemenhub. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang rutin bepergian antarwilayah. Mobilitas yang lebih mudah, cepat, dan aman menjadi prioritas utama.
Kehadiran Commuter Line Surabaya-Probolinggo diproyeksikan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal secara signifikan. Selain itu, transportasi baru ini akan mendukung sektor pariwisata dan mengurai kepadatan arus mudik serta liburan. Berbagai persiapan teknis dan administratif tengah digodok untuk memastikan kelancaran operasional.
Manfaat dan Dukungan Penuh Pemerintah
Wali Kota Probolinggo Aminuddin menegaskan bahwa layanan Commuter Line Surabaya-Probolinggo akan sangat vital bagi warga. Ia menyebutkan, "Ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang setiap hari melakukan perjalanan commuter antarwilayah dari Kota Probolinggo menuju Surabaya." Kemudahan akses ini diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi daerah.
Mobilitas masyarakat akan menjadi lebih efisien dengan adanya opsi transportasi kereta api yang terintegrasi. Akses yang lebih cepat dan aman ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah. Peningkatan konektivitas ini krusial untuk mendukung sektor wisata di sekitar Kota Probolinggo.
Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Allan Tandiono, menyambut baik usulan dari Pemerintah Kota Probolinggo. Pihaknya menyatakan dukungan penuh dan akan menelaah secara serius potensi Stasiun Probolinggo. "Kami akan melihat kesiapan kereta Commuter Indonesia dalam persiapan sarananya," ujarnya.
Allan Tandiono juga menekankan bahwa Probolinggo memiliki potensi lebih dari sekadar tujuan bekerja. Destinasi wisata di sekitarnya menarik banyak pengunjung, sehingga layanan transportasi baru sangat dibutuhkan. Target realisasi sebelum Lebaran 2026 diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan arus mudik dan liburan.
Kesiapan dan Potensi Rute Baru
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA Kemenhub, Arif Anwar, menjelaskan detail perpanjangan relasi ini. Jarak perpanjangan dari Pasuruan ke Stasiun Probolinggo adalah 38,6 kilometer. Permohonan rute ini didasari potensi tingginya okupansi penumpang yang bekerja maupun berekreasi.
Arif Anwar menggarisbawahi bahwa "Demand cukup bagus" untuk rute ini. Stasiun Probolinggo saat ini telah melayani berbagai kereta kelas ekonomi, bisnis, hingga eksekutif. Beberapa di antaranya adalah KA Pendalungan, Blambangan Ekspres, Logawa, Ranggajati, Wijaya Kusuma, Sri Tanjung, Probowangi, Mutiara Timur, dan Tawangalun.
Data menunjukkan volume penumpang turun naik di Probolinggo cukup besar. Pada Januari hingga November 2025 saja, tercatat 15.722 penumpang turun dan naik di stasiun tersebut. Angka ini menjadi indikator kuat potensi pasar bagi Commuter Line.
Untuk merealisasikan perpanjangan relasi Commuter Supas, beberapa hal krusial harus disiapkan. Diperlukan kajian komprehensif untuk melihat potensi Commuter Line dari sisi penumpang dan sarana. Kajian ini melibatkan Pemkot Probolinggo, PT KAI, dan PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter).
Jadwal Operasional dan Tahapan Selanjutnya
Selain studi dan analisis, Standar Pelayanan Minimal (SPM) harus diperhatikan secara saksama. Penyesuaian izin operasi baru juga perlu dilakukan agar sesuai regulasi yang berlaku. Selain itu, penyesuaian Public Service Obligation (PSO) akan dilakukan, sehingga anggaran pun perlu disesuaikan.
Kementerian Perhubungan telah memutuskan pola operasional Commuter Line ini akan dilaksanakan dua kali perjalanan setiap hari. Keberangkatan pertama dari Surabaya dijadwalkan pukul 01.50 WIB, tiba di Stasiun Probolinggo pukul 03.45 WIB.
Kemudian, Commuter Line akan berangkat dari Stasiun Probolinggo pukul 04.10 WIB dan tiba kembali di Surabaya pukul 06.42 WIB. Untuk keberangkatan malam, kereta akan berangkat dari Surabaya pukul 21.22 WIB, dan tiba di Stasiun Probolinggo pukul 23.36 WIB.
Wali Kota Aminuddin diminta untuk berkoordinasi dengan KAI Commuter dan PT KAI terkait persiapan prasarana. Dengan perpanjangan rute ini, Stasiun Probolinggo diperkirakan akan lebih ramai. Oleh karena itu, penambahan fasilitas seperti tempat duduk dan toilet menjadi prioritas untuk kenyamanan penumpang.
Sumber: AntaraNews