Jembatan Rp37,2 Miliar di India Ini Jadi Bulan-bulanan Netizen, Kenapa?
Jembatan ini memiliki belokan yang disebut sebagai tikungan maut.
Di kota Bhopal, India, sebuah jembatan layang yang seharusnya menjadi simbol kemajuan infrastruktur justru berubah menjadi bahan olok-olok warganet. Bukan karena bentuknya yang futuristik, melainkan karena satu hal yang membuat siapa pun mengernyitkan dahi: sebuah tikungan ekstrem 90 derajat tepat di tengah jalur kendaraan.
Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp37,2 miliar ini mendadak viral usai foto-foto tikungan tajam tersebut beredar luas di media sosial. Di tengah kemegahan beton dan besi, belokan mendadak itu terlihat seperti jebakan bagi siapa saja yang melintas dan tentu saja, menjadi bahan lelucon sekaligus kecaman dari publik.
Ketika Rancangan Tak Sejalan dengan Akal Sehat
Banyak pengemudi mengaku bingung, bahkan panik, saat pertama kali melintasi jembatan. “Rasanya seperti disuruh membelok di ujung tebing,” tulis seorang pengguna media sosial dalam unggahan yang kini telah dibagikan ribuan kali.
Namun, kejadian ini bukan sekadar soal desain aneh. Ia membuka tabir tentang bagaimana sebuah proyek infrastruktur bisa gagal total di tahap paling mendasar: logika keselamatan.
Melansir The Indian Express (7/7), insiden ini langsung berbuntut panjang. Tujuh insinyur, termasuk dua kepala insinyur, diskors secara resmi, sementara satu pejabat pensiunan diselidiki. Tidak hanya itu, perusahaan konstruksi dan konsultan desain proyek juga dimasukkan ke dalam daftar hitam pemerintah.
Proyek yang Sarat Konflik
Yang membuat publik semakin geram, jembatan ini ternyata telah mengalami tiga kali perubahan desain dalam tujuh tahun terakhir. Bukan karena penyempurnaan, tetapi karena konflik berkepanjangan antara Departemen Pekerjaan Umum (PWD) dan otoritas Perkeretaapian terkait pembagian lahan.
Desain awal tahun 2018 sebenarnya hanya memiliki belokan 45 derajat masih masuk akal dan aman. Namun, desain itu ditolak karena menabrak wilayah rel kereta. Solusi kompromi justru membawa pada pilihan yang lebih berisiko: membuat tikungan 90 derajat demi menghindari lahan sengketa dan jalur Metro yang berdekatan.
“Kami tidak punya pilihan lain,” dalih VD Verma, kepala teknisi proyek. “Keterbatasan ruang dan jarak dengan stasiun Metro membuat kami harus menyesuaikan desain.”
Sayangnya, argumen teknis ini tak cukup untuk meredam kemarahan publik dan kritik para pakar transportasi. Banyak yang menyebutnya sebagai kesalahan desain yang fatal, yang seharusnya tidak pernah lolos tahap persetujuan.
Merespons gejolak ini, Kepala Menteri Mohan Yadav turun langsung dan memerintahkan penyelidikan menyeluruh. Pihaknya berjanji akan mengkaji ulang proyek dan menindak semua pihak yang terlibat dalam kelalaian ini.
“Ini bukan hanya soal estetika, tapi menyangkut keselamatan ribuan warga setiap harinya,” ujar Yadav dalam pernyataan resmi.
Kini, pemerintah kota Bhopal mempertimbangkan pembelian lahan tambahan guna meluruskan tikungan maut tersebut. Namun, rencana ini kembali menuai kritik publik khawatir anggaran negara akan kembali tersedot demi menambal kesalahan yang seharusnya bisa dicegah sejak awal.