7 Insinyur di India Dipecat Gara-gara Bikin Jalan Layang Hasilnya Jelek
Jembatan layang yang seharusnya mampu mengurai kemacetan salah satu kota di India, malah justru membahayakan.
Pemerintah negara bagian Madhya Pradesh, India, menangguhkan tujuh insinyur setelah desain jembatan rel layang senilai 200 juta rupee (sekitar Rp38 miliar) di Bhopal memicu kecaman luas akibat memiliki belokan mendekati 90 derajat yang dinilai membahayakan pengendara.
Mengutip OddityCentral, Jumat (4/7), Rail Over Bridge (ROB) ini semula dirancang untuk meningkatkan konektivitas antara Mahamai Ka Bagh, Pushpa Nagar, stasiun kereta, dan kawasan New Bhopal.
Namun foto-foto jalur dengan belokan tajam viral di media sosial India, menimbulkan kritik pedas soal keselamatan dan dugaan lemahnya pengawasan.
Gubernur Madhya Pradesh Mohan Yadav memerintahkan investigasi resmi dan menegaskan tindakan tegas terhadap pihak-pihak terkait.
“Tujuh insinyur, termasuk dua kepala insinyur, diskors segera. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap seorang sub-insinyur yang sudah pensiun. Baik kontraktor maupun konsultan desain masuk daftar hitam karena menyerahkan desain yang salah,” kata Yadav dalam pernyataan resminya.
Kontroversi ini menyoroti kembali masalah pengawasan proyek infrastruktur di India yang kerap dikritik publik karena dugaan korupsi dan inefisiensi. Kepala proyek VD Verma sebelumnya membela desain tersebut dengan alasan keterbatasan lahan dan keberadaan stasiun metro di lokasi.
Namun penjelasan itu gagal menenangkan warga. Pemerintah kota Bhopal kini mempertimbangkan pembebasan lahan tambahan untuk memperbaiki jalur agar lebih aman.
Jembatan sepanjang 648 meter ini dibangun untuk mengatasi kemacetan akibat perlintasan kereta api dan ditargetkan melayani sekitar 300.000 orang per hari. Namun alih-alih mempermudah mobilitas, proyek mahal ini kini menjadi simbol buruknya perencanaan dan pengawasan pembangunan publik.
Pemerintah Madhya Pradesh menyatakan akan melakukan audit menyeluruh terhadap proyek serupa di wilayahnya untuk mencegah terulangnya masalah serupa.
Para pejabat menegaskan kasus ini menjadi peringatan keras bagi kontraktor dan konsultan agar lebih profesional dalam merancang infrastruktur vital.