Di Bhopal, India, sebuah jembatan baru dengan biaya $2,3 juta atau sekitar Rp37 miliar menjadi viral. Jembatan tersebut tidak berhasil mengatasi masalah kemacetan, melainkan menarik perhatian karena bentuknya yang melengkung hampir mencapai sudut 90 derajat. Akibat dari desain yang kontroversial ini, tujuh teknisi telah diskors, seorang pejabat pensiunan sedang diselidiki, dan perusahaan konstruksi yang terlibat dalam proyek tersebut telah di-blacklist. Jembatan Rel Atas (ROB) yang memiliki panjang 648 meter direncanakan untuk menghubungkan Mahamai Ka Bagh dan New Bhopal, dengan harapan dapat mengurangi kemacetan dan memangkas waktu tunggu bagi 300.000 penumpang setiap harinya. Namun, kenyataannya jembatan ini justru menjadi bahan tertawaan dan pelajaran bagi banyak pihak.
Foto-foto yang menunjukkan belokan tajam di tengah jalan layang tersebut telah menyebar luas di media sosial India, menimbulkan rasa skeptis dan kekhawatiran di kalangan pengguna jalan. Banyak pengemudi merasa bingung mengenai cara yang aman untuk melewati tikungan tersebut, sementara yang lainnya mempertanyakan bagaimana proyek ini bisa mendapat persetujuan. Menanggapi situasi ini, Kepala Menteri Mohan Yadav segera mengambil tindakan. "Tujuh teknisi, termasuk dua kepala teknisi, telah diskors dengan segera," ungkapnya, seperti yang dilaporkan oleh The Indian Express pada Selasa (8/7/2025). "Penyelidikan departemen akan dilakukan terhadap seorang sub-teknisi yang sudah pensiun. Baik badan konstruksi maupun konsultan desain telah masuk daftar hitam."
Advertisement
Menurut catatan resmi, desain jembatan telah mengalami beberapa perubahan dalam tujuh tahun terakhir, terutama disebabkan oleh ketidaksepakatan antara Departemen Pekerjaan Umum (PWD) dan Perkeretaapian. Kedua lembaga tersebut tidak menemukan kesepakatan mengenai pembagian lahan, dan untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan properti rel kereta api serta jalur Metro baru, mereka akhirnya menciptakan tata letak akhir yang memiliki sudut 90 derajat yang mendadak. VD Verma, selaku kepala teknisi proyek, membela desain tersebut dengan menyatakan bahwa timnya tidak memiliki pilihan lain akibat "keterbatasan lahan" dan kedekatannya dengan stasiun Metro.
Namun, para kritikus berpendapat bahwa tidak seharusnya ada persetujuan untuk tikungan yang begitu tajam. Dokumen internal PWD mengungkapkan bahwa rencana awal tahun 2018 menampilkan kemiringan 45 derajat yang lebih mudah untuk dikelola. Sayangnya, rencana tersebut dibatalkan setelah Kereta Api menolak untuk menyetujui pembangunan di lahan mereka. Desain kedua berusaha untuk mengakomodasi jalur Metro, sedangkan versi ketiga disesuaikan dengan kesalahan penyelarasan, meskipun Kereta Api kemudian mengakui bahwa hasil akhirnya "tidak memenuhi persyaratan fungsional maupun aman bagi pengguna jalan." Saat ini, otoritas Bhopal sedang mempertimbangkan untuk membeli lahan tambahan guna memperbaiki tikungan tersebut, namun hal ini berarti akan ada tambahan biaya dan penundaan lebih lanjut.
Bagi para komuter yang berharap proyek ini dapat mempermudah perjalanan sehari-hari, jembatan ini telah menjadi contoh lain dari pertikaian birokrasi dan desain yang penuh kompromi. Bagi para insinyur, situasi ini merupakan pengingat penting bahwa geometri yang buruk dapat berujung pada masalah politik dengan sangat cepat.