Jejak Karir Muhadjir Effendy, Penasihat Khusus Prabowo yang Jadi Komisaris Utama BSI
Muhadjir menggantikan posisi Muliaman Dharmansyah Hadad.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) baru saja mengumumkan perubahan dalam jajaran direksi dan komisarisnya. Salah satu perubahan yang menarik perhatian adalah penunjukan Muhadjir Effendy sebagai Komisaris Utama.
Muhadjir menggantikan posisi Muliaman Dharmansyah Hadad. Perombakan jajaran direksi dan komisaris ini melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Nama Muhadjir tidak asing di telinga masyarakat Indonesia. Sebelum ditunjuk menjadi Komisaris Utama BSI, Muhadjir dikenal sebagai menteri di Kabinet Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).
Profil Muhadjir
Muhadjir Effendy lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 29 Juli 1956. Dia memiliki latar belakang pendidikan yang kuat, mulai dari Sarjana Muda (BA) dari IAIN Malang (sekarang UIN Maulana Malik Ibrahim Malang) hingga Doktor (S3) Sosiologi dari Universitas Airlangga, Surabaya.
Gelar Magister Administrasi Publik (MAP) diraihnya dari Universitas Gadjah Mada. Dia juga mengikuti short course Manajemen Pendidikan Tinggi di Victoria University, British Columbia, Kanada.
Muhadjir pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selama tiga periode, dari tahun 2000 hingga 2016. Saat ini, dia bahkan masih aktif sebagai anggota Badan Pembina Harian (BPH) UMM.
Selain itu, Muhadjir juga merupakan Guru Besar Sosiologi di Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.
Selain aktif di dunia akademik, Muhadjir Effendy juga memiliki peran penting di organisasi Muhammadiyah. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pendidikan dan Kebudayaan.
Saat ini, dia menjabat sebagai Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal untuk periode 2022-2027.
Karir di Pemerintahan
Muhadjir Effendy memiliki pengalaman cukup panjang di pemerintahan. Dia pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (2016-2019) dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (2019-2024).
Selain itu, dia juga pernah ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Sosial (2020 dan 2024) serta Plt Menteri Pemuda dan Olahraga (2023).
Saat ini, Muhadjir juga menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji.
Kekayaan Muhadjir Effendy
Sebagai seorang pejabat publik, Muhadjir juga melaporkan harta kekayaannya kepada negara.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 22 Januari 2025, total kekayaan Muhadjir mencapai Rp44,77 miliar.
Sebagian besar kekayaannya berasal dari aset tanah dan bangunan. Mayoritas tanah Muhadjir berada di Malang dan Madium. Dari LHKPN tersebut, Mujadjir tidak memiliki utang.