Advertisement
Sosok ini lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 29 Juli 1956.
Banyak yang belum tahu cerita di balik sosok sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM) yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi). Salah satunya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.
Muhadjir lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 29 Juli 1956. Dia merupakan putra dari Soeroja dan Sri Soebita.
Sejak kecil, Muhadjir rajin belajar. Dia tak pernah merasa puas dengan ilmu yang dimilikinya.
Ayah Muhadjir, Soeroja merupakan guru madrasah dan kepala sekolah yang aktif dalam pergerakan organisasi. Soeroja dikenal sebagai aktivis Partai Masyumi penganut kental Sukarnois yang mencintai kesenian wayang dan melakoni peran dalang dan juga pengrajin wayang kulit.
Pada 1968, Muhadjir lulus dari Madrasah Ibtidaiyah Al-Islam Mojorejo, Madium. Enam tahun kemudian, dia lulus dari Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN).
Advertisement
Pada 1978, Muhadjir keluar sebagai sarjana muda dari Fakultas Tarbiyah IAIN Malang. Seolah tak puas belajar, Muhadjir melanjutkan kuliah di IKIP Malang. Pada 1982, dia lulus sebagai sarjana Pendidikan Sosial.
Saat menjadi mahasiswa, Muhadjir aktif berorganisasi. Bahkan, dia pernah menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Malang. Melalui akun Instagram @muhadjir_effendy, Muhadjir membagikan potret kala memimpin HMI.
Dia tampak berdiri di podium. Mengenakan kemeja putih dan peci hitam khas HMI.
Advertisement
"Selama menjadi mahasiswa, bergabung di Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Malang. Dunia aktivis memotivasi diri untuk memperluas pergaulan, mengenal dan memahami karakter banyak orang, serta memperluas pandangan kita terhadap dunia," tulis Muhadjir.
Advertisement
"Semangatnya, Yakusa untuk kemajuan," ucap Muhadjir.
Kini Urus Orang Miskin
Muhadjir kini menjabat Menko PMK. Sebelum menjadi Menko PMK, Muhadjir ditunjuk Jokowi menjadi Mendikbud.
Saat ini, Muhadjir bertugas melakukan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian urusan pembangunan manusia dan kebudayaan. Salah satu yang ditangani Muhadjir ialah masalah kemiskinan dan stunting.
Muhadjir mengatakan, kemiskinan menjadi salah satu concern yang terus diperhatikan pemerintah.
"Sebenarnya urusan penanganan kemiskinan ekstrem ini adalah urusan konkuren. Artinya tanggung jawabnya tidak mutlak di bawah pemerintah pusat,"
Advertisement
kata Muhadjir.
merdeka.com
Advertisement
"Kita petakan satu-satu, terutama daerah dengan kemiskinan ekstrem yang masih tinggi," kata Muhadjir.