Investor Kecewa, Saham Moody's Hingga MSCI Anjlok
enurunan ini terjadi setelah investor merespons proyeksi kinerja yang mengecewakan dari perusahaan sejenis, S&P Global.
Saham sejumlah perusahaan penyedia data analitik anjlok di perdagangan Bursa Saham New York (NYSE) pada Selasa (10/2) kemarin. Saham Moody’s Corporation (MCO) tercatat turun 5 persen. Sedangkah saham FactSet Research (FDS) melemah 2 persen,
Mengutip laman Yahoo Finance, saham MSCI Inc (MSCI) juga anjlok 2,7 persen pada perdagangan Selasa. Penurunan ini terjadi setelah investor merespons proyeksi kinerja yang mengecewakan dari perusahaan sejenis, S&P Global.
Sejumlah perusahaan penyedia data dan analitik keuangan tersebut bergerak turun seiring dengan anjloknya saham S&P Global (SPGI), yang sempat merosot hingga 13 persen. Tekanan muncul setelah S&P Global merilis laporan kinerja kuartalan serta panduan (guidance) ke depan yang berada di bawah ekspektasi analis. Sentimen negatif pun menyebar ke seluruh sektor, menyeret saham-saham penyedia informasi keuangan lainnya.
Dalam proyeksinya, S&P Global memperkirakan laba per saham (earnings per share/EPS) tahun fiskal 2026 berada di kisaran USD 19,40–USD 19,65, lebih rendah dari estimasi konsensus analis sebesar USD 19,96.
Perusahaan juga memproyeksikan pertumbuhan pendapatan organik dalam mata uang konstan sebesar 6 persen hingga 8 persen, dengan pertumbuhan pendapatan yang dilaporkan berada di kisaran 6,6 persen hingga 8,6 persen.
Alami Tekanan Lebih Luas
Pelaku pasar menilai tantangan yang dihadapi S&P Global berpotensi mencerminkan tekanan yang lebih luas di industri data dan analitik keuangan. Kekhawatiran tersebut mendorong aksi jual pada saham-saham di sektor terkait.
Moody’s, yang menyediakan layanan pemeringkatan kredit, riset, dan analisis risiko, dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartalannya pada Rabu pekan depan. Investor akan mencermati apakah kinerja Moody’s menunjukkan tantangan serupa atau justru mampu menunjukkan daya tahan yang lebih baik dibandingkan pesaingnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, sektor layanan informasi keuangan diuntungkan oleh meningkatnya kebutuhan terhadap data dan analitik. Namun, reaksi pasar hari ini mengindikasikan adanya kekhawatiran baru terkait prospek pertumbuhan dan valuasi industri ke depan.