ini Sosok yang Jadi Kunci Penyelesaian Perang Dagang Amerika-China
Sosok ini dikenal sebagai "raja perdagangan" China-AS.
Pada bulan lalu, saat pemimpin-pemimpin perusahaan terbesar dunia berbondong-bondong ke Beijing untuk menghadiri forum bisnis, banyak yang berharap untuk bertemu langsung dengan pemimpin Tiongkok, Xi Jinping. Namun, yang tak kalah menarik perhatian mereka adalah Wakil Perdana Menteri He Lifeng, sosok yang belakangan ini semakin mencuri perhatian dunia bisnis.
He Lifeng, yang merupakan salah satu orang kepercayaan utama Xi Jinping, memegang peranan vital dalam mengawasi ekonomi terbesar kedua di dunia. Sebagai letnan Xi yang mengelola sektor ekonomi Tiongkok, He kini menjadi kunci dalam hubungan perdagangan dengan Amerika Serikat, terutama di tengah ketegangan yang masih melanda antara kedua negara.
Hubungan ekonomi Tiongkok dan AS semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif tinggi pada barang-barang Tiongkok sebagai bagian dari kebijakan "Hari Pembebasan" pada 2 April lalu. Meskipun demikian, banyak yang meyakini bahwa solusi dari ketegangan ini mungkin akan melalui He Lifeng, yang dikenal sebagai "raja perdagangan" Tiongkok-AS.
Sosok yang Menjadi Pusat Perhatian
Selama setahun terakhir, Reuters mewawancarai 13 investor dan diplomat asing yang memiliki kesempatan bertemu dengan He. Mereka menggambarkan sosok He yang berusia 70 tahun ini tidak lagi seperti aparat Partai Komunis yang kaku dan enggan berbicara bahasa Inggris, melainkan sosok yang lebih percaya diri, terbuka, dan mampu menyelesaikan berbagai masalah dengan cara yang lebih fleksibel dan diplomatis.
Sebagai orang yang memegang kendali atas sektor keuangan Tiongkok yang luas, He Lifeng telah mengadakan lebih dari 60 pertemuan dengan pihak asing pada tahun lalu, sebuah peningkatan yang signifikan dari tahun-tahun sebelumnya. Meskipun banyak pertemuan ini berlangsung secara tertutup, banyak yang mengakui bahwa He semakin menjadi figur sentral dalam dunia bisnis internasional.
Sementara itu, meskipun Tiongkok dan Amerika Serikat belum menyepakati solusi konkret terkait masalah perdagangan, kedua negara telah menunjukkan sinyal saling mendekat. Beijing, misalnya, membebaskan beberapa barang AS dari tarif balasan, meskipun tetap menuntut agar Washington menghentikan ancaman dan tekanan yang berlebihan.
Trump sendiri, dalam wawancara dengan majalah Time, sempat menegaskan bahwa ia dan Xi telah berbicara, tanpa merinci lebih jauh kapan percakapan itu terjadi. Ketegangan antara Tiongkok dan AS memang masih jauh dari selesai, namun sosok He Lifeng semakin menjadi titik fokus bagi mereka yang berharap ada jalan keluar dalam krisis ini.
Dengan pengalaman dan jaringannya yang luas, He Lifeng kini diharapkan bisa menjadi jembatan antara kedua negara untuk menyelesaikan masalah perdagangan, bahkan jika jalannya masih penuh dengan tantangan dan ketidakpastian.