Indonesia Open Network Resmi Diluncurkan, Menteri Maman: Mari Kerjakan!
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya eksekusi cepat dalam peluncuran Indonesia Open Network (ION) sebagai solusi integrasi data dan ekosistem.
Menteri Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menjadi salah satu figur utama dalam peluncuran Indonesia Open Network (ION) yang digelar di Jakarta, Kamis (5/2).
Dalam forum yang berlangsung bersama Indonesia Economic Forum (IEF) tersebut, Maman menegaskan perlunya langkah konkret untuk memperkuat ekosistem digital UMKM di Indonesia.
Dalam sambutannya, Maman menyampaikan kedekatan personal dengan India, negara yang menjadi rujukan pengembangan teknologi ION. Ia mengungkap latar belakang keluarganya yang memiliki hubungan dengan Kerala, India.
“Saat saya melihat ruangan ini penuh delegasi India, saya merasa nyaman. Ayah saya dari Kerala. Bahkan Pak Prabowo pernah bilang beliau juga punya darah India. Jadi kolaborasi ini rasanya sangat dekat,” ujar Maman.
Tekankan Eksekusi dalam Proyek ION
Maman menuturkan pengalamannya saat pertama kali menerima paparan konsep ION dari Ketua Komite Pengarah ION, Sachin V. Gopalan.
Ia menekankan bahwa proyek tersebut harus segera dijalankan tanpa terlalu banyak pembahasan konseptual.
“Saya bilang ke Pak Gopalan, ‘Stop, berhenti. Saya sudah tahu konsepnya, sekarang jangan banyak bicara, ayo kerjakan!’. Kita harus bangun sistem ini di Indonesia karena ini sangat penting bagi UMKM kita,” tegasnya.
Menurut Maman, Indonesia Open Network dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak integrasi data UMKM yang selama ini tersebar di berbagai platform dan belum terhubung secara sistemik.
Strategi “Gula dan Semut” untuk UMKM
Dalam kesempatan itu, Maman juga menjelaskan pendekatan baru pemerintah dalam menarik partisipasi UMKM melalui filosofi “Gula dan Semut” yang diterapkan lewat integrasi ION dan aplikasi SAPA UMKM.
“Dulu kita (pemerintah) mendatangi semut (UMKM) satu per satu. Sekarang kita ubah mindset-nya. Kita taruh gulanya di meja, nanti semutnya datang sendiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sistem tersebut dirancang agar pelaku UMKM memperoleh manfaat langsung, seperti akses pasar, pembiayaan, dan efisiensi logistik, sehingga bergabung secara sukarela.
“SAPA UMKM dan ION adalah gulanya. Kita ciptakan sistem di mana UMKM mendapatkan manfaat nyata akses pasar, pembiayaan, logistik murah sehingga mereka datang sukarela untuk bergabung, bukan karena kewajiban administrasi,” lanjut Maman.
Peluncuran ION juga mendapat dukungan dari Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria. Ia menyebut ION sebagai infrastruktur digital publik yang memberi peluang setara bagi pelaku usaha kecil.
“Kita tidak bisa selamanya hanya menjadi pengguna. Dengan visi Indonesia Emas 2045, kita harus menjadi pemilik. ION memungkinkan pedagang kecil di desa punya akses pasar yang sama dengan brand besar tanpa terkunci di satu aplikasi mahal,” kata Nezar.
Indonesia Open Network resmi diperkenalkan sebagai infrastruktur perdagangan terbuka yang memungkinkan keterhubungan lintas aplikasi e-commerce, logistik, dan sistem pembayaran, dengan mengadopsi model interoperabilitas yang sebelumnya diterapkan di India.
Reporter magang: Muhammad Naufal Syafrie