IHSG Dibuka Melemah, Pasar Tunggu Arah Kebijakan BI
IHSG melemah pada awal perdagangan Rabu (21/1/2026). Pelaku pasar bersikap hati-hati sambil menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur BI.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Rabu (21/1/2026) di zona merah. IHSG dibuka turun 40 poin ke level 9.094,43 dari penutupan sebelumnya di posisi 9.134,70.
Indeks LQ45 juga ikut terkoreksi sebesar 0,60 persen ke level 879. Mayoritas indeks saham acuan tercatat bergerak melemah pada awal sesi perdagangan.
Analis pasar modal Hendra Wardana menilai pergerakan IHSG masih berpotensi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan sideways hingga menguat terbatas. Menurutnya, pelaku pasar cenderung menahan transaksi sembari menanti hasil resmi Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.
“Selama BI mampu menjaga kebijakan moneter yang kredibel dan berorientasi pada stabilitas, sentimen pasar relatif akan tetap terjaga,” kata Hendra kepada Liputan6.com, Rabu (21/1/2026).
Ia menambahkan, pergerakan nilai tukar rupiah masih menjadi faktor penting yang memengaruhi arah pasar, terutama dari sisi aliran dana investor asing.
“Jika tekanan pada rupiah mulai mereda, IHSG berpeluang kembali menguji area resistance. Sebaliknya, bila rupiah kembali tertekan, potensi aksi ambil untung jangka pendek akan meningkat,” ujarnya.
Pergerakan Sektor dan Saham Unggulan di Tengah Koreksi
Pada awal perdagangan, IHSG sempat bergerak di level tertinggi 9.105,23 dan terendah 9.046,26. Sebanyak 496 saham tercatat melemah, sementara 112 saham menguat dan sisanya stagnan.
Total frekuensi perdagangan mencapai 1.241.705 transaksi dengan volume 19,7 miliar saham dan nilai transaksi harian sekitar Rp10 triliun.
Dari 11 sektor saham, hanya satu sektor yang menguat sebesar 0,85 persen. Sektor industri memimpin pelemahan dengan penurunan 4,38 persen. Sektor energi turun 0,90 persen, consumer nonsiklikal melemah 0,62 persen, dan consumer siklikal terkoreksi 0,39 persen.
Sektor kesehatan turun 1,41 persen, keuangan melemah 0,70 persen, properti terkoreksi 2,5 persen, teknologi merosot 1,47 persen, infrastruktur turun 1,18 persen, dan transportasi melemah 1,05 persen.
Di tengah tekanan pasar, saham RMKO justru mencatat lonjakan signifikan. Harga saham RMKO melesat 24,72 persen ke level Rp1.110 per saham. Saham ini diperdagangkan di kisaran Rp1.000 hingga Rp1.110, dengan volume transaksi 670.003 saham dan nilai transaksi mencapai Rp73,9 miliar.