HPE Konsentrat Tembaga dan Emas Kembali Meroket, Dipicu Stok Terbatas Global
Harga Patokan Ekspor (HPE) konsentrat tembaga dan emas mengalami kenaikan signifikan pada periode kedua Februari 2026. Kenaikan ini disebabkan oleh keterbatasan pasokan global serta lonjakan permintaan dari sektor industri dan perhiasan.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan adanya kenaikan signifikan pada Harga Patokan Ekspor (HPE) konsentrat tembaga dan emas untuk periode kedua Februari 2026. Peningkatan ini menjadi perhatian utama di tengah dinamika pasar komoditas global.
Kenaikan HPE konsentrat tembaga dan emas ini dipicu oleh beberapa faktor fundamental. Salah satunya adalah keterbatasan pasokan di pasar internasional yang tidak sebanding dengan tingginya permintaan.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, menjelaskan bahwa lonjakan permintaan dari sektor industri, terutama kelistrikan, manufaktur, dan energi, turut berkontribusi pada penguatan harga komoditas ini.
Kenaikan Signifikan HPE Konsentrat Tembaga
HPE komoditas konsentrat tembaga ditetapkan sebesar 6.692,35 dolar AS per Wet Metrik Ton (WMT) untuk periode kedua Februari 2026. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 4,20 persen dibandingkan periode pertama Februari 2026 yang tercatat 6.422,91 dolar AS per WMT.
Penguatan HPE konsentrat tembaga ini terutama didorong oleh kenaikan harga tembaga di pasar dunia. Selain itu, keterbatasan pasokan tembaga global menjadi faktor krusial yang diiringi peningkatan permintaan untuk kebutuhan industri.
Sektor-sektor seperti kelistrikan, manufaktur, dan energi adalah penyumbang utama lonjakan permintaan tersebut. Tommy Andana menambahkan, naiknya harga mineral penyusun konsentrat tembaga juga menjadi dasar penghitungan HPE untuk periode ini.
Selama periode pengumpulan data, harga tembaga tercatat naik 4,05 persen, emas naik 7,16 persen, dan perak naik 9,61 persen.
Faktor Pendorong Kenaikan HPE Emas
Tidak hanya konsentrat tembaga, HPE emas juga mengalami kenaikan yang substansial, yakni sebesar 7,16 persen. HPE emas kini berada di angka 159.475,43 dolar AS per kilogram, meningkat dari sebelumnya 148.818,84 dolar AS per kilogram.
Harga referensi (HR) emas juga ikut merangkak naik menjadi 4.960,24 dolar AS per troy ounce (t oz) dari 4.628,79 dolar AS per t oz.
Kenaikan HPE dan HR emas ini utamanya dipicu oleh meningkatnya permintaan global terhadap logam mulia tersebut. Lonjakan permintaan ini berasal dari sektor perhiasan serta kebutuhan industri yang terus meningkat.
Mekanisme Penetapan Harga Patokan Ekspor
Penetapan HPE dan HR untuk komoditas pertambangan ini diatur dalam Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmendag) Nomor 123 Tahun 2026. Keputusan ini secara spesifik membahas Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar.
Kepmendag Nomor 123 Tahun 2026 ini berlaku efektif untuk periode 15 hingga 28 Februari 2026. Proses penetapan HPE dan HR didasarkan pada masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Masukan teknis tersebut mengacu pada data pasar komoditas internasional. Data London Metal Exchange (LME) digunakan untuk tembaga, sementara data London Bullion Market Association (LBMA) menjadi rujukan untuk emas dan perak.
Penetapan HPE dan HR ini merupakan hasil koordinasi lintas kementerian yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kemendag, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian.
Sumber: AntaraNews