H-1 Lebaran, Jalur Pantura Indramayu-Cirebon Terpantau Renggang dan Didominasi Sepeda Motor
Memasuki H-1 Lebaran, yang biasanya terjadi lonjakan arus mudik, berbanding terbalik dengan kondisi di Jalur Pantura, tepatnya dari Indramayu ke arah Cirebon.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Syawal jatuh pada Hari Sabtu, 21 Maret 2026. Penetapan ini menjadi acuan bagi mayoritas umat Muslim di Indonesia.
Memasuki H-1 Lebaran, yang biasanya terjadi lonjakan arus mudik, berbanding terbalik dengan kondisi di Jalur Pantura, tepatnya dari Indramayu ke arah Cirebon. Berdasarkan pantauan hingga sore pukul 16.00 WIB, Jalur Pantura Indramayu ke Cirebon tergolong renggang.
Kendaraan yang melintas masih didominasi oleh roda dua. Mereka tampak melaju dengan kecepatan yang cukup stabil dan tanpa hambatan. Selain itu, ada pula mobil pribadi, minibus, bus antar kota, hingga truck muatan barang yang juga melintas di jalur tersebut, namun tidak ada tanda peningkatan volume kendaraan.
Sebelumnya, pemudik sepeda motor 'menyemut' dan memadati arus lalu lintas di sepanjang jalan arteri hingga jalur Pantura Kabupaten Karawang, Jabar pada H-3 Lebaran atau Rabu sore hingga tengah malam.
Sesuai dengan pantauan di lapangan, kepadatan arus lalu lintas di jalan arteri Karawang yang didominasi pemudik bermotor itu sudah terlihat sejak Rabu sore, saat memasuki wilayah Tanjungpura, tepatnya di titik perbatasan Bekasi-Karawang.
Iring-iringan Pemudik
Iringan-iringan pemudik bermotor di ruas jalan arteri menuju jalur Pantura Karawang pada Rabu sore hingga tengah malam tak terputus layaknya barisan semut yang berjalan di dinding.
Para pemudik mengaku sengaja berangkat malam hari untuk menghindari terik matahari dan potensi kemacetan yang lebih padat pada siang hari.
"Kalau malam, meskipun macet tidak terlalu panas," kata Ayub, pemudik asal Bekasi yang akan menuju Indramayu dilansir Antara, Kamis (19/3).
Ia mengaku berangkat musik sejak sore hari bersama lima orang temannya yang juga menggunakan sepeda motor. "Ya alhamdulillah, (mudiknya) setiap tahun selalu pakai motor. Lebih hemat dan santai," katanya.
Saat ditemui sedang istirahat di wilayah Cikampek, Ayub mengaku beberapa kali terjebak macet, seperti di wilayah Cikarang, titik perbatasan Bekasi-Karawang, serta di beberapa titik di Karawang," katanya.