Volume Pemudik Cianjur H+2 Lebaran Masih Padat, Rekayasa Arus Diberlakukan
Arus lalu lintas di jalur utama Cianjur masih dipadati pemudik jarak dekat pada H+2 Lebaran, Minggu (22/3). Petugas memberlakukan rekayasa untuk mengurai kepadatan guna kelancaran Pemudik Cianjur H+2 Lebaran.
Volume kendaraan pemudik jarak dekat di jalur utama Cianjur masih tinggi pada H+2 Lebaran, Minggu (22/3). Peningkatan ini terlihat sejak pagi hari mulai dari kawasan Puncak hingga Cianjur, mengarah ke sejumlah kecamatan dan perbatasan Cianjur-Bandung Barat.
Dominasi pemudik dengan sepeda motor terlihat jelas di ruas-ruas jalan tersebut, menunjukkan bahwa perjalanan jarak dekat masih menjadi pilihan utama. Kondisi ini membuat laju kendaraan tersendat di beberapa titik rawan kemacetan yang telah diidentifikasi.
Puluhan petugas kepolisian telah dikerahkan ke sejumlah titik rawan guna mengatur lalu lintas. Rekayasa arus seperti penyekatan dan sistem satu arah juga diberlakukan untuk mencegah kemacetan total di jalur utama Puncak-Cianjur.
Lonjakan Arus Pemudik dan Titik Kemacetan di Cianjur
Peningkatan volume kendaraan pemudik jarak dekat masih terasa di Cianjur pada H+2 Lebaran, Minggu (22/3). Jalur Puncak hingga Cianjur, serta Jalan Raya Bandung-Cianjur dan Sukabumi-Cianjur, mengalami kepadatan yang signifikan.
Titik-titik kemacetan terpantau di wilayah utara, mulai dari pertigaan Hanjawar, Cibodas, hingga Pasar Cipanas. Sementara di wilayah timur, kepadatan terjadi di Jalan Raya Bandung-Cianjur, khususnya dari Sukaluyu hingga Pasar Ciranjang.
Hal serupa juga terlihat di sepanjang Jalur Sukabumi-Cianjur, di mana laju kendaraan tersendat selama beberapa menit di kawasan Pasar Warungkondang, Gekbrong, dan pertigaan Rancagoong. Peningkatan volume kendaraan yang melintas menjadi penyebab utama tersendatnya arus lalu lintas ini.
Strategi Polres Cianjur Atasi Kepadatan Lalu Lintas
Kasatlantas Polres Cianjur AKP Aang Andi Suhandi di Cianjur, Minggu, menyatakan bahwa pada H+2 Lebaran, volume kendaraan yang melintas di jalur utama Cianjur masih didominasi pemudik jarak dekat. Mereka bertujuan ke berbagai wilayah di Jawa Barat seperti Bandung, Garut, dan Tasikmalaya.
Arus pemudik ini berbaur dengan kendaraan yang hendak kembali ke perantauan masing-masing, terutama Jabodetabek. Akibatnya, laju kendaraan tersendat di sejumlah titik, sehingga diberlakukan rekayasa arus mulai dari penyekatan hingga sistem satu arah, khususnya di jalur utama Puncak-Cianjur.
Pihak kepolisian memprediksi volume kendaraan pemudik akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan, termasuk pendatang yang hendak berwisata ke destinasi wisata di Cianjur. Berbagai upaya terus dilakukan guna mengantisipasi macet total di jalur Puncak-Cianjur.
Berbagai cara dilakukan termasuk memberlakukan sistem satu arah dan mengarahkan pengendara ke jalur alternatif ketika jalur utama Puncak-Cianjur mengalami peningkatan arus yang cukup tinggi.
Alasan Pemudik Tunda Perjalanan Lebaran
Salah satu pemudik, Juniar Arif (39), yang bertujuan ke Kabupaten Garut, sengaja memilih terlambat mudik. Ia baru pulang ke kampung halaman pada H+2 Lebaran karena masih membuka usahanya di kawasan Blok M Jakarta saat hari Lebaran.
Arif menjelaskan bahwa anak dan istrinya telah mudik lebih dulu pada H-2 Lebaran. Ia bersama adiknya baru pulang hari ini karena pada H-1 dan H+1 Lebaran masih harus berdagang.
Pemudik tersebut juga sengaja melintas di Cianjur karena ingin mampir ke rumah saudara. Kisah Juniar Arif menunjukkan beragam alasan di balik penundaan perjalanan mudik jarak dekat yang berbaur dengan arus balik dan wisatawan.
Sumber: AntaraNews