Dishub Cianjur Catat Puncak Arus Mudik Lebaran 2026, 150 Ribu Kendaraan Melintas
Dinas Perhubungan Cianjur melaporkan Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 terjadi pada H-2 dengan volume 150 ribu kendaraan melintas. Kepadatan diprediksi berlanjut, bagaimana antisipasi Dishub?
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat puncak arus mudik di wilayahnya terjadi pada H-2 Lebaran 2026. Peristiwa ini berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026, dengan volume kendaraan yang melintas mencapai 150 ribu unit.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Cianjur, M Iqbal Safarudin, menjelaskan bahwa puncak arus mudik ini berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Kepadatan lalu lintas diperkirakan akan terus berlanjut hingga H-1 Lebaran, Jumat, 20 Maret 2026.
Sebagian besar kendaraan pemudik tersebut mengarah ke berbagai kecamatan di Cianjur. Data ini menunjukkan bahwa Cianjur menjadi daerah tujuan utama bagi banyak pemudik selama musim Lebaran tahun ini.
Volume Kendaraan dan Dominasi Jenis Angkutan pada Puncak Arus Mudik Lebaran 2026
M Iqbal Safarudin merinci bahwa dari total 150 ribu kendaraan yang melintas di jalur mudik Cianjur, mayoritas menjadikan Cianjur sebagai daerah tujuan. Hanya sekitar 15 persen dari total kendaraan tersebut yang sekadar melintas di wilayah Cianjur.
Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa 39 persen dari ratusan ribu pemudik menggunakan sepeda motor. Sementara itu, 51 persen pemudik memilih mobil pribadi sebagai moda transportasi mereka.
Sisanya, 10 persen dari volume kendaraan tersebut didominasi oleh truk kecil. Data ini memberikan gambaran jelas mengenai komposisi jenis kendaraan yang memadati jalur mudik di Cianjur.
Antisipasi Kepadatan dengan Skema Rekayasa Lalu Lintas
Untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan selama Puncak Arus Mudik Lebaran 2026, Dishub Cianjur telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kelancaran perjalanan para pemudik.
Salah satu skema yang disiapkan adalah pengalihan arus ke jalur alternatif Jonggol dan Sukabumi. Pengalihan ini akan diberlakukan ketika terjadi kepadatan lalu lintas yang signifikan di jalur utama Cianjur.
Iqbal menegaskan bahwa rekayasa arus akan diberlakukan secara fleksibel dan situasional. Keputusan ini didasarkan pada kondisi terkini di lapangan, terutama jika terjadi antrean kendaraan yang memanjang di jalan arteri yang berpotensi menimbulkan kemacetan.
Fokus Pengamanan di Titik Rawan Kepadatan Arus Mudik
Dishub Cianjur juga telah mengidentifikasi beberapa titik rawan kepadatan arus saat mudik dan balik Lebaran. Titik-titik ini termasuk Pasar Ciranjang dan Pasar Cipanas, yang dikenal sering mengalami penumpukan kendaraan.
Di lokasi-lokasi tersebut, petugas telah menyiapkan skema manajemen lalu lintas khusus, seperti kanalisasi. Selain itu, ada kemungkinan penerapan contra-flow jika kondisi lalu lintas mendesak dan sangat padat.
Fokus pengamanan dan rekayasa lalu lintas dipusatkan di jalur utara dan timur Cianjur. Kedua jalur ini merupakan koridor utama pergerakan pemudik selama musim mudik Lebaran 2026.
Petugas Dishub Cianjur juga ditempatkan di titik-titik rawan macet guna membantu kelancaran arus lalu lintas. Penempatan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik yang melintas di wilayah Cianjur.
Sumber: AntaraNews