Fakta Unik Kolaborasi Bulog-Polres Lutim: Tanam Jagung Serentak Dukung Swasembada Pangan Nasional
Bulog Palopo dan Polres Lutim bersinergi menanam jagung serentak di lahan 1 hektar. Upaya ini mendukung program Swasembada Pangan Jagung nasional. Simak detailnya!
Bulog Kantor Cabang (KC) Palopo dan Polres Luwu Timur (Lutim) baru-baru ini menggelar kegiatan penanaman jagung serentak. Aksi kolaboratif ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap program swasembada pangan nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Kegiatan ini berlangsung di lahan ketahanan pangan Desa Ledu-ledu, Kabupaten Lutim.
Penanaman jagung ini berlokasi di lahan seluas satu hektar yang dikelola oleh Halifa, seorang binaan Satuan Gugus Tugas Polres Lutim. Inisiatif strategis ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah serta nasional secara berkelanjutan. Langkah ini juga sejalan dengan arahan Satuan Gugus Tugas Mabes Polri.
Kapolres Lutim AKBP Ario Putranto menyatakan bahwa kegiatan ini penting untuk meningkatkan produksi jagung dalam negeri. Tujuannya adalah agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor dan dapat mencapai swasembada pangan. Acara ini juga dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Bakti Kesehatan.
Sinergi Bulog dan Polres Lutim Perkuat Ketahanan Pangan
Kolaborasi antara Bulog Kantor Cabang Palopo dan Polres Luwu Timur menandai langkah konkret dalam upaya mewujudkan kemandirian pangan. Penanaman jagung serentak ini merupakan implementasi dari petunjuk dan arahan Satuan Gugus Tugas Mabes Polri. Program ini secara spesifik menargetkan dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan 2025.
Kapolres Lutim AKBP Ario Putranto menegaskan pentingnya inisiatif ini. "Giat ini untuk meningkatkan produksi jagung dalam negeri agar tidak bergantung pada impor dan mencapai swasembada pangan secara berkelanjutan," ujarnya. Pernyataan ini menekankan visi jangka panjang untuk kedaulatan pangan.
Lahan seluas satu hektar telah disiapkan khusus sebagai area ketahanan pangan. Lahan tersebut kini dikelola oleh Halifa, seorang individu yang merupakan binaan langsung dari Satuan Gugus Tugas Polres Lutim. Pengelolaan ini memastikan keberlanjutan dan efektivitas program penanaman jagung.
Gerakan Pangan Murah dan Bakti Kesehatan: Manfaat Ganda untuk Masyarakat
Selain penanaman jagung, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Bakti Kesehatan. Inisiatif ini diselenggarakan oleh SiDokkes Polres Lutim di lahan Ketahanan Pangan Desa Ledu-ledu. Kombinasi acara ini memberikan manfaat ganda bagi masyarakat setempat.
Kepala Gudang Maleku Bulog KC Palopo, Darmawan, menjelaskan peran GPM. Ia mengemukakan bahwa GPM adalah upaya pemerintah daerah bersama Bulog untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan. Program ini juga bertujuan memberikan akses pangan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Darmawan menambahkan, "Sebagaimana instruksi dari pusat, Bulog siap menyerap jagung petani dengan harga Rp5.500 per kilogram, termasuk dari Gapoktan binaan pemda atau Polres." Komitmen ini memberikan jaminan harga bagi petani jagung. Hal ini diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi jagung lokal.
Pada kesempatan yang sama, SiDokkes Polres Lutim turut mengadakan Bakti Kesehatan. Layanan ini mencakup pemeriksaan kesehatan gratis dan edukasi kesehatan bagi warga. Selain itu, Kapolres Lutim juga menyerahkan bantuan bibit jagung hibrida jenis F1 Super Bisi 18 kepada para petani.
Sumber: AntaraNews