Fakta Unik: Bali Baru Punya Empat Sentra IKM, Menperin Dorong Pengembangan Sentra IKM Bali Lebih Banyak
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mendesak Pemprov Bali untuk memperbanyak sentra IKM. Mengapa pengembangan sentra IKM Bali ini sangat krusial bagi ekonomi daerah?
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mendesak Pemerintah Provinsi Bali untuk terus memperbanyak sentra industri kecil menengah (IKM) di wilayahnya. Desakan ini disampaikan saat kunjungan kerja Menperin ke Pameran IKM Bali Bangkit yang diselenggarakan di Taman Budaya Art Center, Denpasar, pada Sabtu, 6 September.
Permintaan ini muncul setelah Menperin mengetahui bahwa Bali saat ini baru memiliki empat sentra IKM, seperti sentra perak di Gianyar dan bambu di Bangli. Menurutnya, jumlah tersebut masih belum memadai untuk menopang potensi dan kebutuhan IKM di Pulau Dewata.
Agus Gumiwang menekankan bahwa penambahan sentra IKM ini krusial untuk mengatasi berbagai permasalahan klasik yang kerap dihadapi oleh para pelaku usaha kecil, sekaligus memperkuat tulang punggung perekonomian nasional.
Urgensi Penambahan Sentra IKM untuk Perekonomian Bali
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa jumlah sentra IKM di Indonesia sudah cukup banyak, namun di Bali masih terbatas. "Sentra-sentra IKM yang kami sudah bentuk di Indonesia cukup banyak dan di Bali kemarin saya diberi tahu bahwa ada empat sentra IKM, mungkin nanti perluasannya pak gubernur, bisa disiapkan lebih banyak lagi sentra-sentra IKM," ujarnya.
Agus Gumiwang menyoroti pentingnya perhatian serius terhadap IKM, terutama dalam menyelesaikan masalah-masalah yang sering dianggap remeh. Permasalahan klasik yang harus segera dicarikan jalan keluar meliputi kesulitan permodalan, minimnya akses terhadap pasar yang lebih luas, serta kebutuhan restrukturisasi permesinan untuk meningkatkan efisiensi produksi.
Pemerintah memiliki peran vital dalam menyediakan wadah yang memadai agar para pelaku IKM tidak terperangkap dalam kendala tersebut. "Karena ini klasik jangan sampai dianggap masalah yang tidak perlu dicari jalan keluarnya, kadang-kadang kita manusia itu melihat ini masalah klasik sehingga tidak perlu dicari jalan keluarnya memang harus kita cari jalan keluarnya," tegas Menperin.
Dengan adanya dukungan dan solusi yang tepat, diharapkan IKM dapat melakukan proses produksi secara lebih efisien dan menghasilkan produk yang lebih berkualitas. Hal ini akan secara langsung berdampak pada peningkatan daya saing dan kontribusi IKM terhadap perekonomian daerah, khususnya melalui pengembangan sentra IKM Bali yang lebih masif.
Apresiasi Terhadap Kurasi Produk dan Dukungan Pemerintah Daerah
Dalam kunjungannya ke Pameran IKM Bali Bangkit, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita tidak hanya menyampaikan arah kebijakan, tetapi juga memberikan dukungan nyata. Sambil menyusuri pusat kerajinan khas Bali, ia membeli beragam jenis produk, mulai dari lukisan, perhiasan, kain endek, hingga berbagai kerajinan tangan lainnya.
Menperin menyatakan kegembiraannya melihat komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam menyediakan wadah bagi para IKM untuk memamerkan produk mereka. Ia juga mengapresiasi upaya kurasi yang baik terhadap produk-produk yang dihasilkan, memastikan bahwa kualitas yang disajikan kepada konsumen adalah yang terbaik.
Menurutnya, perhatian terhadap kualitas produk yang disajikan oleh perajin sangat penting karena akan menambah nilai jual. "Setelah sentra IKM, memberi perhatian terhadap produk yang hendak disajikan perajin sehingga memiliki kualitas tinggi juga diapresiasi, karena ini akan menambah nilai jual produk yang berdampak pada ekonomi Bali dan nasional akhirnya," jelas Agus Gumiwang.
Sebagai bentuk dukungan dan apresiasi, Menperin bersama istrinya membeli kain endek khas Bali berwarna kuning, beberapa kerajinan, dan perhiasan yang disebutnya sebagai hadiah ulang tahun sang istri. Ia enggan membocorkan total nilai belanjaannya, namun menunjukkan antusiasmenya terhadap produk lokal. "Warna kuning (kain yang ia beli) relatif ya, yang penting desainnya bagus warna bisa merah, bisa kuning, kerajinannya banyak-banyak, perhiasannya juga banyak," pungkasnya.
Sumber: AntaraNews