Calon Karyawan Wajib Tahu, 3 Kesalahan Sepele Sering Bikin Gagal Interview
Tiga perilaku yang tampak sepele, tetapi sebenarnya merupakan sinyal peringatan.
Dalam dekade terakhir, Eli Rubel, CEO Profit Labs, telah mendirikan berbagai perusahaan, melakukan wawancara terhadap lebih dari 500 kandidat, dan berhasil merekrut lebih dari 100 orang.
Sebagai pemimpin di dua perusahaan, ia sering kali menghadapi masalah akibat kesalahan dalam memilih karyawan, yang dapat menyebabkan kerugian signifikan bagi perusahaan.
Dikutip dari CNBC pada Selasa (16/9), banyak pelamar yang terlihat menjanjikan dalam aplikasi mereka, namun justru menimbulkan masalah setelah diterima.
Dari pengalamannya, terdapat tiga perilaku kecil yang tampak sepele namun sebenarnya bisa menjadi indikator bahwa kandidat tersebut akan menimbulkan masalah di masa depan.
Para pencari kerja sebaiknya menyadari hal ini, karena bagi manajer perekrutan, perilaku tersebut merupakan sinyal peringatan yang serius.
1. Datang Terlambat
Ketika seorang pelamar datang terlambat meskipun hanya satu menit untuk wawancara kerja, hal ini sudah cukup untuk menimbulkan keraguan.
Meskipun situasi tak terduga bisa saja terjadi, keterlambatan sering kali mencerminkan kurangnya perencanaan.
Jika seorang kandidat tidak dapat mengatur waktu mereka dengan baik untuk wawancara, kemungkinan besar mereka juga akan kesulitan dalam hal disiplin terhadap klien, tenggat waktu, dan rekan kerja setelah diterima.
Dalam lingkungan agensi yang cepat, hal ini bisa menjadi masalah besar.
Alih-alih datang terlambat, berikut adalah beberapa langkah yang sebaiknya diambil oleh pencari kerja:
- Usahakan untuk hadir lebih awal, bahkan untuk wawancara virtual. Masuklah 10 menit sebelum waktu yang ditentukan dan pastikan koneksi internet serta perangkat yang digunakan berfungsi dengan baik.
- Jika ada halangan yang tidak terduga, segera beri tahu pihak yang bersangkutan. Satu pesan singkat dapat sangat membantu.
- Jalani wawancara dengan serius dan tunjukkan rasa hormat yang sama seperti saat melakukan pertemuan dengan klien.
Ucapan selaras dengan bukti
Beberapa kandidat memiliki kemampuan berbicara yang baik dan dapat memberikan jawaban panjang yang terdengar meyakinkan. Namun, jika diperhatikan lebih dalam, seringkali jawaban tersebut tidak didasarkan pada pengalaman yang nyata, dan tidak disertai dengan contoh, data, atau rincian konkret.
Di zaman kecerdasan buatan ini, para perekrut lebih mencari bukti konkret bahwa Anda telah menghadapi berbagai tantangan, menyelesaikan masalah, dan mencapai hasil yang signifikan, bukan hanya sekadar terlihat meyakinkan saat berbicara.
Daripada hanya berbicara, berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil oleh para kandidat:
- Gantilah istilah umum dengan bukti yang konkret. Misalnya, alih-alih mengatakan, 'Saya adalah orang yang kolaboratif,' lebih baik ceritakan pengalaman di mana kerja sama tim Anda berhasil menyelamatkan sebuah proyek.
- Gunakan metode STAR (Situasi, Tugas, Aksi, Hasil) untuk merumuskan jawaban Anda dengan lebih terstruktur.
- Siapkan beberapa kisah yang menunjukkan bagaimana Anda menerapkan keterampilan Anda dalam menghadapi tantangan yang ada.
Antusiasme
Antusiasme yang ditunjukkan selama wawancara mencerminkan keterlibatan dan semangat kandidat. Jika selama wawancara mereka tampak tidak bersemangat, kemungkinan besar sikap tersebut akan berlanjut saat bekerja.
Ini sangat krusial, terutama untuk posisi yang berinteraksi langsung dengan klien atau berada dalam situasi tekanan tinggi.
Kandidat yang menunjukkan semangat, rasa ingin tahu, dan aktif terlibat dalam diskusi memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dibandingkan dengan mereka yang bersikap pasif atau kurang terlibat.
Untuk menghindari hal tersebut, lakukan langkah-langkah berikut:
- Merasa gugup saat wawancara adalah hal yang normal; akui perasaan tersebut dan ubah menjadi energi positif serta antusiasme.
- Tunjukkan keterlibatan melalui nada suara, bahasa tubuh, dan pertanyaan yang relevan.
- Tampilkan kepribadian asli Anda. Hindari berpura-pura, karena pewawancara biasanya dapat dengan cepat menilai keaslian Anda.
Salah satu prinsip utama dalam wawancara kerja adalah menunjukkan versi terbaik dari diri Anda. Ingatlah bahwa penilaian tidak hanya berdasarkan keterampilan, tetapi juga bagaimana Anda akan berperilaku sehari-hari jika diterima.
Tunjukkan sikap yang dapat membantu calon atasan dan tim membayangkan seberapa berharganya kehadiran Anda dalam tim.