Bupati Kukar Ajak Kuatkan Peran Koperasi Desa Merah Putih Lewat Penggalian Potensi Lokal
Bupati Kutai Kartanegara mengajak seluruh pihak menguatkan peran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) melalui penggalian potensi desa demi kemandirian ekonomi lokal masyarakat.
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menyerukan penguatan peran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di seluruh wilayahnya. Ajakan ini bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi lokal masyarakat melalui penggalian potensi desa yang ada. Langkah strategis ini diharapkan dapat mewujudkan kemakmuran di tingkat desa.
Pernyataan tersebut disampaikan Aulia Rahman di Tenggarong pada Minggu (30/11), menegaskan pentingnya KDMP sebagai fondasi ekonomi desa. Konsep pembangunan ekonomi ini secara langsung berkaitan dengan pengembangan koperasi sebagai pusat produksi dan pengolahan komoditas. Hal ini disesuaikan dengan potensi unik yang dimiliki oleh masing-masing desa.
Melalui inisiatif ini, desa-desa didorong untuk memproduksi dan mengolah sendiri komoditas unggulan mereka. Baik yang sudah berjalan maupun yang masih dalam tahap perencanaan atau memiliki potensi besar. Upaya ini diharapkan dapat menggerakkan roda ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan.
KDMP sebagai Pusat Produksi dan Pengolahan Komoditas
Bupati Aulia Rahman menekankan bahwa konsep pembangunan ekonomi yang diusungnya akan menjadi fondasi utama bagi ekonomi desa ke depan. "Konsep ini berkaitan erat dengan pengembangan Koperasi Merah Putih sebagai pusat produksi dan pengolahan komoditas sesuai potensi desa," ujar Aulia Rahman. Ini menunjukkan fokus pada pemanfaatan sumber daya lokal secara maksimal.
Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak bagi desa-desa untuk tidak hanya memproduksi, tetapi juga mengolah komoditas unggulan mereka. Dari pertanian hingga kerajinan, setiap potensi desa harus diidentifikasi dan dikembangkan. Tujuannya adalah menciptakan nilai tambah ekonomi langsung bagi masyarakat.
Penggalian potensi dan pengembangan komoditas unggulan melalui KDMP ini diyakini akan menggerakkan ekonomi kerakyatan. Dengan demikian, masyarakat desa tidak hanya menjadi produsen bahan mentah, tetapi juga pelaku ekonomi yang mampu menciptakan produk jadi. Ini akan memperkuat rantai nilai ekonomi di tingkat lokal.
Mengoptimalkan Potensi Lokal untuk Kemandirian Ekonomi
Bupati Kukar sebelumnya juga telah mengingatkan para kepala desa untuk aktif membantu KDMP agar lebih kreatif dalam mengolah potensi desa. Saat melantik Penjabat Kepala Desa Makarti di Kecamatan Marangkayu pada Kamis (27/11), bupati menekankan pentingnya menggali setiap kemungkinan potensi yang bisa diunggulkan. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung inisiatif ini.
Sebagai contoh konkret, Bupati Aulia Rahman menyarankan Desa Makarti untuk membangun pabrik minyak goreng mini berbahan baku sawit lokal. "Desa harus mampu mengolah komoditas lokal. Misalnya Desa Makarti dapat membangun pabrik minyak goreng mini berbahan baku sawit lokal, sehingga harga minyak bisa lebih murah," katanya. Kelebihan produksi bahkan dapat dijual melalui Koperasi Desa Merah Putih.
Selain itu, bupati juga mencontohkan peluang lain seperti pemenuhan kebutuhan telur yang masih banyak didatangkan dari luar daerah. Desa dapat membangun kandang ayam petelur untuk memenuhi kebutuhan warga sendiri. "Inti dari semua ini adalah bahan baku dari kita, diolah oleh kita, dimodali oleh kita, dan hasilnya untuk kesejahteraan masyarakat desa," ucapnya.
Sinergi Kebijakan Nasional dan Visi Daerah
Inisiatif penguatan Koperasi Desa Merah Putih ini sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan fiskal desa. Kebijakan ini berbeda dari pola sebelumnya, di mana pemerintah tengah membangun arsitektur fiskal baru dengan menyalurkan lebih banyak dana langsung ke daerah. Tujuannya adalah mempercepat pemerataan ekonomi di seluruh pelosok negeri.
Program ekonomi desa yang terus didorong ini juga selaras dengan visi besar Kabupaten Kukar. Visi tersebut adalah Program Kukar Idaman Terbaik 2025–2030 yang mengusung konsep One Village One Product (OVOP). Konsep ini mendorong setiap desa untuk memiliki satu produk unggulan yang menjadi ciri khas dan kekuatan ekonominya.
Melalui sinergi antara kebijakan pusat, inisiatif daerah, dan peran aktif Koperasi Desa Merah Putih, diharapkan kemandirian ekonomi desa dapat terwujud. Penguatan KDMP menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. Ini akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Sumber: AntaraNews