Bupati Bantul Tegaskan Inflasi Tidak Ganggu Stabilitas Ekonomi Daerah
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyatakan bahwa inflasi di Bantul masih dalam batas wajar dan tidak mengganggu stabilitas ekonomi daerah, didukung surplus komoditas strategis.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, baru-baru ini menegaskan bahwa kenaikan harga kebutuhan pokok atau inflasi yang terjadi di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak sampai mengganggu stabilitas ekonomi daerah.
Pernyataan ini disampaikan Bupati Halim pada Kamis, 13 November, setelah meninjau berbagai indikator ekonomi yang ada. Menurutnya, kondisi inflasi di Bantul masih berada pada tingkat yang wajar dan tidak membebani masyarakat secara signifikan.
Ketersediaan komoditas strategis yang surplus menjadi salah satu faktor utama yang menjaga kondisi ini. Pemerintah Kabupaten Bantul bersama Pemda DIY juga terus melakukan berbagai upaya pengendalian inflasi, termasuk persiapan menghadapi Hari Raya Natal dan Tahun Baru.
Inflasi Terkendali Berkat Surplus Komoditas Strategis
Bupati Abdul Halim Muslih menjelaskan bahwa inflasi di Bantul tidak mengganggu stabilitas ekonomi karena ketersediaan komoditas strategis di daerah ini terpenuhi secara memadai. Terdapat sekitar 12 komoditas strategis di Bantul yang neraca ketersediaannya menunjukkan surplus.
Kondisi surplus komoditas strategis ini menjadi kunci dalam menahan laju kenaikan harga. Dengan pasokan yang lebih dari cukup, kenaikan harga kebutuhan pokok yang terlalu tinggi dapat dicegah dan tetap dalam batas yang dapat ditoleransi oleh masyarakat Bantul.
Ini menunjukkan efektivitas manajemen pasokan dan distribusi di tingkat lokal. Pemerintah daerah terus memantau pergerakan harga dan ketersediaan barang untuk memastikan stabilitas tetap terjaga.
Upaya Pengendalian Inflasi dan Antisipasi Momen Penting
Meskipun inflasi dinilai stabil, berbagai upaya pengendalian terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul bersama Pemerintah Daerah DIY. Salah satu langkah konkret adalah melalui Rapat Koordinasi Daerah dan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY.
Fokus utama dari kegiatan High Level Meeting tersebut adalah untuk menghadapi Hari Natal dan Tahun Baru. Pada momen tersebut, pemerintah akan secara intensif memantau pasokan barang, terutama pangan, guna memastikan ketersediaan dan harga yang stabil.
Langkah antisipatif ini penting untuk mencegah lonjakan harga yang tidak terkendali akibat peningkatan permintaan. Pemerintah berkomitmen untuk melakukan intervensi jika ada indikasi kenaikan harga yang melebihi daya beli masyarakat.
Mencegah Kenaikan Harga di Luar Daya Beli Masyarakat
Bupati Halim juga menekankan bahwa inflasi pada dasarnya adalah kenaikan harga. Oleh karena itu, jika kenaikan harga ini berada di luar kemampuan atau daya beli masyarakat, maka harus segera dicegah agar tidak terjadi.
Pemerintah daerah akan selalu waspada terhadap potensi kenaikan harga yang disebabkan oleh tingginya permintaan pasar. Jika ada tanda-tanda tersebut, langkah-langkah preventif akan segera diambil.
Tujuannya adalah agar kenaikan harga dapat dicegah atau setidaknya tetap berada pada tingkat yang bisa ditoleransi. Hal ini dilakukan demi menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi di Kabupaten Bantul secara keseluruhan.
Sumber: AntaraNews