Bitcoin dan Saham Asia Melonjak Tajam, Ada Harapan Baru dari Pembicaraan Dagang AS-China
Kenaikan ini dipicu oleh laporan bahwa Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Perwakilan Dagang Jamieson Greer dijadwalkan bertemu pejabat pemerintah China.
Bitcoin dan pasar saham Asia mengalami lonjakan pada Rabu (7/5) setelah kabar bahwa Amerika Serikat (AS) dan China berencana mengadakan pembicaraan perdagangan yang penting.
Melansir dari South China Morning Post, mata uang kripto terbesar di dunia itu sempat naik sekitar 3,2 persen dan menembus level USD97.500 sebelum memangkas sebagian keuntungannya. Sementara itu, Ether, aset digital terbesar kedua, mencatat kenaikan hingga 4,2 persen.
Kenaikan ini dipicu oleh laporan bahwa Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Perwakilan Dagang Jamieson Greer dijadwalkan bertemu dengan pejabat pemerintah China pekan ini di Swiss. Pertemuan tersebut menumbuhkan harapan pasar bahwa dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia itu dapat mencapai kesepakatan yang meredakan ketegangan perdagangan yang telah berlangsung lama.
Namun, di tengah sentimen positif ini, ketegangan geopolitik kembali memanas. Pemerintah India mengumumkan bahwa mereka telah meluncurkan serangan militer terarah terhadap Pakistan pada Rabu pagi.
Sebagai tanggapan, Pakistan mengklaim telah menembak jatuh lima jet tempur India. Meskipun begitu, pelaku pasar tampaknya tidak terlalu terpengaruh oleh eskalasi konflik ini.
"Pialang utama aset digital FalconX melihat adanya minat baru terhadap Bitcoin. Pasar tampaknya optimistis bahwa pembicaraan perdagangan akhir pekan ini akan menghasilkan sesuatu yang positif," kata kepala perdagangan derivatif kawasan Asia-Pasifik Sean McNulty.
Dia juga mencatat bahwa para pedagang sejauh ini benar-benar mengabaikan perkembangan di Pakistan. Selain menanti hasil pertemuan AS-China, pelaku pasar kripto juga akan mencermati keputusan suku bunga Federal Reserve yang dijadwalkan diumumkan hari ini.
The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga
Para analis memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini, di tengah ketidakpastian global.
Bitcoin sebelumnya mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di angka US$109.241 pada Januari, terdorong oleh optimisme terhadap kebijakan pro-kripto dari Presiden AS Donald Trump.
Meski dulunya skeptis terhadap industri aset digital, Trump kini menjadi pendukung kuat dan mendorong legislasi yang menguntungkan sektor ini sejak menjabat. Namun, kebijakan tarif dagangnya yang agresif serta gejolak pasar yang menyertainya telah menekan harga kripto dalam beberapa bulan terakhir.
Pada pukul 10.07 pagi waktu Singapura, Bitcoin tercatat diperdagangkan di level USD97.148, sementara Ether berada di USD1.829.