Perang Tarif Amerika-China Mereda, Pasar Asia Kompak Menguat
Sejumlah indeks saham utama kawasan mencatat lonjakan signifikan pada penutupan perdagangan awal pekan ini.
Optimisme kembali menyelimuti pasar keuangan Asia setelah sinyal meredanya ketegangan perdagangan antara dua kekuatan ekonomi dunia, Amerika Serikat dan Tiongkok. Di tengah harapan akan negosiasi lanjutan, sejumlah indeks saham utama kawasan mencatat lonjakan signifikan pada penutupan perdagangan awal pekan ini.
Menurut Tai Hui, Kepala Strategi Pasar Asia Pasifik di J.P. Morgan Asset Management, kebijakan terbaru dari kedua negara menggambarkan kesadaran bersama akan realitas ekonomi global. Ia menilai bahwa tarif dagang, yang sempat digunakan sebagai alat tekanan, ternyata berdampak serius pada pertumbuhan dunia.
“Periode 90 hari mungkin tidak cukup bagi kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan terperinci, tetapi hal itu terus menekan proses negosiasi,” ujar Tai Hui dalam catatannya kepada CNBC.com, Senin (12/5).
Lonjakan Saham di Asia
Pasar saham Hong Kong memimpin penguatan, dengan Indeks Hang Seng melonjak tajam sebesar 3,32 persen. Kenaikan lebih besar tercatat pada indeks sektor teknologi, Hang Seng Tech Index, yang terbang 5,96 persen setelah munculnya rincian kesepakatan awal antara AS dan Tiongkok.
Sementara itu, indeks CSI 300 yang mencerminkan performa saham-saham utama di daratan Tiongkok turut menguat 1,16 persen, ditutup pada level 3.890,60.
Tak hanya dipicu oleh kabar dari Tiongkok dan AS, pasar India juga menunjukkan lonjakan signifikan menyusul adanya gencatan senjata antara India dan Pakistan dua negara bertetangga yang sempat terlibat dalam baku tembak terburuk dalam hampir 30 tahun terakhir.
Indeks Nifty 50 naik 3,25 persen, sementara BSE Sensex turut menguat 3,12 persen pada perdagangan hari itu.
Pasar Asia Lain Ikut Menghijau
Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,38 persen ke level 37.644,26. Indeks Topix yang lebih luas juga mencatatkan kenaikan sebesar 0,31 persen menjadi 2.742,08. Korea Selatan pun tak ketinggalan, dengan Kospi naik 1,17 persen ke 2.607,33 dan Kosdaq menguat 0,4 persen ke level 725,40.
Meski sempat menyentuh level tertinggi, indeks S&P/ASX 200 Australia berakhir datar di posisi 8.233,50.
Pasar AS Masih Lesu
Berbeda dengan dinamika di Asia, bursa saham Amerika Serikat masih mengalami tekanan. Dow Jones Industrial Average turun 119,07 poin atau 0,29 persen ke 41.249,38. Sementara S\&P 500 melemah tipis 0,07 persen ke 5.659,91, dan Nasdaq Composite relatif stabil di 17.928,92.
Situasi ini mencerminkan dinamika global yang masih penuh tantangan, namun juga menyisakan ruang bagi optimisme. Dengan adanya upaya diplomatik dan negosiasi yang mulai menggantikan retorika keras, investor kini menaruh harapan pada arah kebijakan yang lebih bersahabat bagi pertumbuhan ekonomi global.