Daftar Negara yang Paling Anjlok Akibat Kebijakan Tarif Impor Donald Trump
Situasi ini semakin runyam setelah China melakukan aksi balasan dengan menerapkan tarif tambahan.
Perdagangan saham di sesi pembukaan hari ini benar-benar mengejutkan pasar global. Bagaimana tidak, gejolak besar justru terjadi di bursa saham kawasan Asia, yang langsung terperosok ke zona merah begitu perdagangan dibuka.
Kondisi ini dipicu oleh pengumuman resmi dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang memberlakukan tarif impor baru secara agresif, jauh melampaui ekspektasi pelaku pasar.
Hal ini memicu gelombang kepanikan di hampir seluruh pasar saham Asia. Investor ramai-ramai melakukan aksi jual besar-besaran, khawatir dampak perang dagang antara AS dan China akan semakin meluas dan menyeret perekonomian global menuju jurang resesi.
Misalnya, pada bursa saham Asia pagi ini langsung terpuruk, di mana indeks MSCI Asia ex-Japan jatuh hingga 6,5 persen. Kekhawatiran mendalam akan resesi di AS semakin mencuat, terutama setelah mantan Presiden AS, Donald Trump, memperketat tarif impor melebihi ekspektasi pasar.
Situasi ini semakin runyam setelah China melakukan aksi balasan dengan menerapkan tarif tambahan terhadap produk-produk asal AS.
Kontrak berjangka saham AS juga menunjukkan tekanan jual besar-besaran. Kontrak berjangka indeks S&P 500 tercatat merosot 4,2 persen, Dow Jones Industrial Average turun 3,5 persen, sementara Nasdaq terjun lebih dalam dengan koreksi 5,3 persen.
Sementara itu, indeks acuan pasar saham Jepang, Nikkei 225, jatuh bebas hingga 8,8 persen ke level terendah dalam satu setengah tahun terakhir. Bahkan, pada sesi perdagangan pagi ini, Nikkei masih diperdagangkan melemah 7,3 persen, dengan seluruh 225 saham komponennya bergerak di zona merah.
Daftar pasar saham yang mengalami penurunan pada Senin 7 April 2025
1. India
Indeks: Sensex, Nifty 50, Gift Nifty, turun sekitar 3 persen atau 875 poin
2. Jepang
• Indeks: Nikkei 225, turun 8,8 persen
• Indeks: Topix, turun urun 8 persen
3. China
• Indeks: CSI300, turun 4,5 persen
4. Hong Kong
• Indeks: Hang Seng, turun 8 persen
5. Korea Selatan
• Indeks: Kospi, turun lebih dari 4 persen
• Indeks: Kosdaq, turun lebih dari 3 persen
6. Singapura
• Indeks: Bursa Singapura (STI), turun 7 persen
7. Malaysia
• Indeks: Bursa Malaysia, turun lebih dari 4 persen
8. Taiwan
• Indeks: Bursa Taiwan, turun hampir 10 persen
9. Asia (Gabungan Tanpa Jepang)
• Indeks: MSCI Asia ex-Japan, turun 6,5 persen.