Begini Peran Digitalisasi dan AI dalam Distribusi Semen di Indonesia
Penerapan teknologi digital dan AI dalam pengelolaan rantai pasok ini bertujuan untuk menjaga kelancaran distribusi dan memastikan ketersediaan produk.
Perusahaan BUMN, PT Semen Indonesia Persero Tbk mengoptimalkan digitalisasi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pengelolaan rantai pasok (supply chain management). Langkah ini untuk menjaga kelancaran distribusi produk ke pasaran.
"Pertumbuhan ekonomi membutuhkan dukungan infrastruktur, di sinilah peran kunci untuk memastikan keamanan pasokan. Melalui optimalisasi digitalisasi dan AI, Semen Indonesia (SIG) memperkuat sistem distribusi agar lebih efektif, mencapai operational excellence, dan memberikan nilai tambah yaitu ketersediaan produk yang stabil di pasar," kata Sekretaris Perusahaan SIG, Vita Mahreyni dikutip dari Antara, Kamis (17/7).
Penerapan teknologi digital dan AI dalam pengelolaan rantai pasok ini bertujuan untuk menjaga kelancaran distribusi dan memastikan ketersediaan produk bahan bangunan di seluruh wilayah Indonesia secara lebih terukur dan efektif dalam skala masif.
Dia mengatakan digitalisasi yang diterapkan SIG dalam pengelolaan fasilitas distribusi dan pengiriman barang, telah membantu efisiensi dan efektivitas mulai dari pemantauan persediaan barang, hingga laporan biaya rantai pasok. Menurutnya, digitalisasi dan penggunaan teknologi AI terbukti berhasil meningkatkan kinerja pengelolaan rantai pasok.
Di samping menurunkan risiko kehabisan persediaan barang (stock out) di fasilitas distribusi, optimalisasi ini juga berdampak positif pada peningkatan pemenuhan pesanan sebesar 1,16 persen atau setara dengan 118.000 ton semen untuk periode November 2024-Februari 2025.
Waktu konsolidasi data, kata Vita, juga menjadi lebih cepat dari hitungan hari menjadi hanya 2 jam.
Beri Rekomendasi Prioritas Pengiriman
Penerapan teknologi AI, lanjutnya, tidak hanya memberikan rekomendasi prioritas pengiriman barang berdasarkan status persediaan barang di gudang pelanggan, namun juga dapat memberikan proyeksi berdasarkan data riwayat transaksi pelanggan.
"Semen Indonesia memiliki fasilitas operasi yang luas dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dengan terus beradaptasi pada kemajuan teknologi, perusahaan siap untuk mendukung pembangunan hingga daerah pelosok dengan pasokan produk bahan bangunan yang lancar, serta kualitas dan mutu yang terjaga," ujarnya.
BUMN industri semen ini pada 2024 memperoleh laba sebesar Rp719,76 miliar. Pada akhir 2024, SIG menjaga pangsa pasar 48,2 persen dari total industri semen tanah air.