Membongkar Strategi SIG Hadapi Ketatnya Persaingan Industri Semen 2026
SIG juga hadir lebih dekat untuk memahami kebutuhan dan karakteristik pelanggan di tiap-tiap daerah, sekaligus meningkatkan tata kelola rantai pasok.
Kondisi overcapacity dan perlambatan pertumbuhan pasar semen domestik sepanjang tahun 2025, tak lantas membuat PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengikuti pasar. Melalui SIG Infrastructure Summit, perusahaan membongkar langkah-langkah strategis perusahaan untuk menyiasati ketatnya persaingan industri.
Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan mengatakan, SIG terus melanjutkan transformasi bisnis untuk menghadirkan solusi bahan bangunan dan layanan pendukung yang inovatif serta relevan dengan kebutuhan pasar yang semakin dinamis.
Selain itu, SIG juga hadir lebih dekat untuk memahami kebutuhan dan karakteristik pelanggan di tiap-tiap daerah, sekaligus meningkatkan tata kelola rantai pasok agar lebih efektif dan efisien.
"Kami berupaya memastikan setiap produk dan layanan SIG tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis proyek, tetapi juga mendukung target keberlanjutan dalam jangka panjang,” kata Dicky Saelan di hadapan mitra bisnis, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya.
Melalui SIG Infrastructure Summit, SIG memperkuat kolaborasi antara pelaku industri, mitra bisnis, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya, dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional, serta menegaskan kepemimpinannya di industri bahan bangunan di Indonesia yang tidak hanya menyediakan solusi bahan bangunan seperti semen hijau dan produk turunannya yang ramah lingkungan, tetapi juga layanan jasa pendukung, dengan dukungan fasilitas operasi yang luas dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Sejalan dengan proyeksi pemulihan industri semen dan ekonomi nasional, sektor perbankan menekankan pentingnya pemanfaatan momentum pertumbuhan.
VP of Industry and Regional Research PT Bank Mandiri Tbk, Dendi Ramdani menyampaikan bahwa berdasarkan kajian dan proyeksi internal penjualan semen nasional diperkirakan masih dapat tumbuh sekitar 2,5 persen pada 2026, didorong oleh peningkatan belanja infrastruktur dan sektor properti, meskipun industri masih dihadapkan pada tantangan overcapacity, tingkat utilisasi yang belum optimal, serta tekanan efisiensi.
Kondisi ini menuntut pelaku industri untuk terus beradaptasi melalui inovasi dan penguatan nilai tambah, sejalan dengan strategi yang dijalankan SIG dalam menghadirkan solusi konstruksi berkelanjutan.
Penggunaan Material Rendah Karbon
Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan konstruksi berkelanjutan di Indonesia melalui penggunaan material bangunan yang ramah lingkungan dan rendah karbon.
Reni Wulandari juga berkesempatan memperkenalkan inovasi semen hijau SIG yang diproduksi dengan material dan proses yang ramah lingkungan sehingga lebih rendah emisi karbon hingga 38 persen dibandingkan semen konvensional, serta memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) tinggi di atas 90 persen. Seperti semen hidraulis SIG dengan merek PwrPro yang dirancang untuk menghasilkan beton bermutu tinggi yang ramah lingkungan.
PwrPro telah terbukti tangguh dalam menopang konstruksi strategis, di antaranya Thamrin Nine Tower, Flyover Purwosari, Kawasan Industri Batang, Sabo Dam Merapi, dan Kendal Industrial Park. Selain itu, SIG juga mendorong penggunaan produk turunan semen hijau yaitu bata interlock presisi, sebagai solusi untuk mendukung program 3 juta rumah per tahun yang dicanangkan pemerintah.
Solusi Konstruksi Infrastruktur Berkelanjutan
Wakil Direktur Utama SIG, Andriano Hosny Panangian menegaskan komitmen perusahaan dalam menyediakan solusi konstruksi yang mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan, seiring dengan industri konstruksi global yang semakin mengarah pada dekarbonisasi, sehingga diperlukan inovasi material dan teknologi yang mampu menekan emisi dengan tetap menjaga keandalan infrastruktur.
"Kami meyakini bahwa pembangunan infrastruktur Indonesia harus sejalan dengan agenda transisi menuju rendah karbon agar Indonesia tetap kompetitif dan berdaya saing di tingkat global. Melalui SIG Infrastructure Summit, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi, menggali peluang proyek strategis, dan bersama-sama menghadirkan solusi konstruksi berkelanjutan yang memberikan nilai tambah nyata bagi pembangunan Indonesia," ujar Andriano Hosny Panangian.