Asian Agri-Apical Perkuat Komitmen Pengelolaan Sawit Berkelanjutan Sesuai UNSDGs
Asian Agri dan Apical tegaskan komitmen kuat terhadap pengelolaan sawit berkelanjutan, selaras dengan Pembangunan Berkelanjutan PBB, demi kontribusi ekonomi dan kesejahteraan petani.
Asian Agri dan Apical, dua entitas bisnis kelapa sawit di bawah naungan RGE Palm Business, kembali menegaskan komitmennya terhadap praktik pengelolaan sawit berkelanjutan. Penegasan ini sejalan dengan pedoman Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (UNSDGs) yang menjadi acuan global.
Director of Corporate Affairs RGE Palm Business, Johan Kurniawan, menekankan bahwa komoditas kelapa sawit memiliki nilai strategis penting bagi perekonomian nasional. Kontribusinya mencakup devisa negara serta penyediaan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat Indonesia.
Industri sawit juga berperan integral dalam meningkatkan kesejahteraan petani rakyat, khususnya mereka yang menjadi bagian dari program kemitraan dan inti plasma. Hal ini menunjukkan dampak positif industri terhadap komunitas lokal.
Pilar Strategi Keberlanjutan Asian Agri
Sebagai produsen dan pengolah minyak sawit, Asian Agri dan Apical beroperasi dengan mengedepankan prinsip berkelanjutan yang bertanggung jawab. Pendekatan ini memastikan produk yang dihasilkan memberikan manfaat maksimal bagi semua pihak.
Integritas dan konsistensi menjadi prinsip fundamental dalam menjamin pengelolaan kelapa sawit yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Komitmen ini menjadi landasan operasional perusahaan.
Pada tahun 2022, Asian Agri meluncurkan strategi jangka panjang yang berfokus pada empat pilar utama. Pilar-pilar tersebut meliputi Kemitraan Dengan Petani, Pertumbuhan Inklusif, Iklim Positif, serta Produksi yang Bertanggung Jawab dan Berkelanjutan.
Johan Kurniawan menyatakan bahwa setelah dua tahun berjalan, beberapa target pada Pilar Kemitraan dengan Petani dan Pilar Pertumbuhan Inklusif telah menunjukkan perkembangan positif. Pencapaian ini sesuai dengan harapan yang telah ditetapkan.
Integrasi Hulu dan Hilir untuk Pengelolaan Sawit Berkelanjutan
Manfaat industri kelapa sawit tidak muncul secara instan, melainkan merupakan hasil pengelolaan terintegrasi di sepanjang rantai nilai. Proses ini melibatkan berbagai tahapan produksi yang saling terkait.
Di sektor hulu, Asian Agri memastikan pengelolaan perkebunan dimulai dari dasar yang tepat. Ini mencakup penggunaan bibit unggul Topaz dan penerapan praktik budidaya yang bertanggung jawab.
Perusahaan juga aktif dalam program peremajaan atau replanting untuk menjaga produktivitas tanpa perlu membuka lahan baru. Kemitraan yang kuat dengan petani menjadi kunci untuk menciptakan industri kelapa sawit yang tangguh dan bertanggung jawab.
Sementara itu, di sektor hilir, Apical mengolah minyak sawit menjadi berbagai produk bernilai tambah melalui rantai pasok terintegrasi. Produk ini tidak hanya berupa minyak goreng, tetapi juga bahan baku oleokimia hingga energi terbarukan seperti Sustainable Aviation Fuel (SAF).
Manfaat Langsung bagi Masyarakat dari Industri Sawit
Asian Agri juga menunjukkan komitmen sosialnya melalui berbagai inisiatif bagi masyarakat. Menjelang Idul Fitri, perusahaan menyelenggarakan bazar minyak goreng di wilayah operasionalnya.
Bazar ini dilaksanakan di Sumatera Utara, Riau, dan Jambi, memungkinkan masyarakat membeli minyak goreng premium dengan harga terjangkau. Kegiatan ini bertujuan membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga selama bulan Ramadhan.
Apical turut berkontribusi dalam program bazar minyak goreng yang diselenggarakan bersama Kementerian Perindustrian. Selama tiga hari pelaksanaan, sekitar 600 karton minyak goreng berhasil disalurkan kepada masyarakat.
Johan Kurniawan menegaskan bahwa inisiatif-inisiatif tersebut merupakan upaya nyata. Hal ini untuk memastikan manfaat industri kelapa sawit dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas.
Sumber: AntaraNews