Alat Tempur Termahal yang Gagal dalam Perang
Beberapa alat tempur termahal di dunia mengalami kegagalan signifikan, termasuk F-35 dan Dassault Rafale, yang menimbulkan pertanyaan tentang efektivitasnya.
Tak semua teknologi militer mahal berakhir menjadi senjata pamungkas di medan perang. Beberapa di antaranya justru menjadi contoh nyata bahwa biaya besar dan inovasi canggih tidak selalu berbanding lurus dengan efektivitas tempur. Dalam sejarah militer dunia, tercatat lima alat tempur super mahal yang akhirnya gagal digunakan secara optimal bahkan ada yang tak pernah sempat turun ke medan pertempuran.
Berikut ini lima alat tempur termahal yang akhirnya masuk daftar kegagalan militer paling ikonik dilansir dari iwm.org
Panjandrum – Senjata Roket Inggris yang Tak Terkendali
Dirancang oleh Angkatan Laut Inggris selama Perang Dunia II, Panjandrum seharusnya menjadi senjata penghancur pertahanan pantai milik Nazi di sepanjang Tembok Atlantik. Wujudnya aneh: dua roda raksasa bertenaga roket yang terhubung oleh silinder berisi bahan peledak.
Namun saat diuji pada 1943 dan 1944, Panjandrum justru jadi bahan tertawaan. Roket sering copot, alat ini berputar liar ke segala arah kecuali ke target yang dituju. Gagal total dan tidak pernah digunakan dalam pertempuran sungguhan.
Krummlauf – Senapan yang Bisa Menembak dari Tikungan
Inovasi militer Jerman ini cukup ambisius. Krummlauf adalah laras melengkung yang dipasang pada senapan serbu legendaris Sturmgewehr 44 (StG 44). Tujuannya, memungkinkan tentara menembak dari balik perlindungan atau dari dalam tank tanpa mengekspos diri.
Namun teknologi belum siap. Laras cepat aus, peluru sering hancur saat ditembakkan, dan akurasinya sangat buruk. Meski gagal saat itu, konsep ini akhirnya menginspirasi senjata modern yang menggunakan sistem kamera dan laras fleksibel.
Maus – Tank Superberat yang Tak Bisa Bergerak Cepat
Maus, tank raksasa seberat 200 ton rancangan Ferdinand Porsche, adalah mimpi Hitler yang gagal jadi nyata. Didesain dengan lapis baja super tebal dan senjata kaliber besar, Maus dibayangkan sebagai tank tak terkalahkan.
Masalahnya? Maus terlalu berat dan lambat. Kecepatan maksimalnya hanya 20 km/jam dan sistem penggeraknya terus-menerus bermasalah. Hanya dua prototipe yang pernah dibuat dan tidak satupun bertempur secara aktif.
Covenanter – Tank Inggris yang Gagal Total
Dirancang terburu-buru pada tahun 1939, Covenanter* awalnya menjanjikan. Bentuknya aerodinamis, berlapis baja, dan terlihat modern untuk zamannya. Namun ketika dikirim pada 1941, kenyataan berkata lain.
Meriamnya ketinggalan zaman, lapis bajanya tipis, dan yang paling fatal, sistem pendingin mesinnya gagal total. Akibatnya, tank ini tidak pernah digunakan dalam perang dan hanya dipakai untuk pelatihan. Dari 1.700 unit yang diproduksi, semuanya tak pernah mencicipi medan tempur.
TOG – Tank Perang Dunia I di Era Perang Dunia II
Salah satu desain tank paling tidak relevan dalam sejarah, TOG (The Old Gang) merupakan upaya nostalgia para insinyur veteran PD I yang coba membuat tank 'gaya lama' untuk perang modern.
Dengan ukuran besar dan kemampuan melintasi parit, TOG terasa seperti tank untuk Perang Dunia I, bukan konflik tahun 1940-an. Sistem transmisi dan kemudinya rumit, sponson senjata dipasang di samping lambung sudah ketinggalan zaman. Meski TOG 2 dibuat lebih modern, proyek ini akhirnya ditinggalkan karena dianggap tidak efisien.