Aksi Konkret TPID Banjar Perkuat Pengendalian Inflasi Daerah
Pemerintah Kabupaten Banjar melalui TPID memperkuat langkah nyata dalam Pengendalian Inflasi Banjar, fokus pada ketersediaan pasokan dan distribusi lancar. Simak strategi konkretnya untuk menjaga stabilitas harga di daerah.
Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mengambil langkah serius dalam upaya Pengendalian Inflasi Banjar. Mereka memperkuat aksi konkret melalui High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) 2026. Pertemuan ini menekankan pentingnya tindakan nyata di lapangan, bukan sekadar forum koordinasi semata.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Setda Banjar di Martapura ini fokus pada tiga pilar utama. Pembahasan mendalam mencakup ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta intervensi langsung untuk mengatasi gejolak harga yang mungkin terjadi. Inisiatif ini merupakan respons proaktif terhadap kondisi ekonomi terkini.
Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, menyatakan bahwa tren inflasi nasional yang meningkat menjadi peringatan penting bagi daerah. Hal ini mendorong Kabupaten Banjar untuk memperkuat langkah pengendalian inflasi yang berbasis pada aksi nyata. Peningkatan inflasi tahunan menjadi 4,76 persen pada 2026 dari 3,55 persen pada Januari 2026 menuntut respons cepat dan efektif dari pemerintah daerah.
Fokus Utama TPID Banjar dalam Menjaga Stabilitas Harga
Sebagai daerah non-Indeks Harga Konsumen (IHK), Kabupaten Banjar memiliki fokus khusus dalam menjaga stabilitas harga. Pemerintah daerah harus memastikan stabilitas harga melalui penguatan distribusi dan pengawasan pasar yang ketat. Ini krusial untuk melindungi daya beli masyarakat.
Habib Idrus menegaskan bahwa prioritas utama TPID adalah menjamin pasokan bahan pokok tetap tersedia di pasaran. Selain itu, kelancaran distribusi barang juga harus terjamin tanpa hambatan. Hal ini bertujuan untuk mencegah lonjakan harga yang dapat merugikan masyarakat luas.
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) telah menjalankan sejumlah langkah konkret untuk mencapai tujuan tersebut. Salah satunya adalah pemantauan harga dan stok bahan pokok secara rutin. Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap aman dan terkendali di pasar lokal.
Strategi Konkret dan Dukungan Pemerintah Daerah untuk Pengendalian Inflasi Banjar
Selain pemantauan, TPID Kabupaten Banjar juga aktif melakukan operasi pasar murah di berbagai lokasi. Kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Tim juga gencar melakukan inspeksi mendadak ke pasar dan distributor. Langkah ini diambil guna mencegah praktik penimbunan barang dan spekulasi harga yang merugikan konsumen.
Pemerintah daerah juga memberikan dukungan signifikan terhadap biaya logistik distribusi barang. Dukungan transportasi ini disalurkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Bantuan ini sangat penting, terutama menjelang dan setelah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), untuk menekan biaya yang berpotensi memicu kenaikan harga.
Habib Idrus menekankan bahwa upaya-upaya ini krusial untuk menjaga stabilitas harga di wilayahnya. Langkah-langkah tersebut memastikan bahwa kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi dengan baik. Dengan demikian, masyarakat dapat mengakses barang-barang esensial tanpa terbebani oleh kenaikan harga yang tidak wajar.
Lebih lanjut, strategi jangka menengah yang diperkuat adalah gerakan menanam di masyarakat. Inisiatif ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan komoditas pangan secara berkelanjutan. Melalui penguatan aksi lintas sektor ini, TPID Kabupaten Banjar diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah secara berkesinambungan.
Sumber: AntaraNews