Akibat Kena Boikot, KFC dan Pizza Hut di Tukri Tutup
Aksi boikot ini dipicu oleh dugaan keterlibatan dan dukungan perusahaan induk kedua merek tersebut.
Industri makanan cepat saji di Turki mengalami guncangan besar setelah dua merek raksasa, KFC dan Pizza Hut, mengumumkan penutupan semua gerai mereka di negara tersebut.
Keputusan drastis ini diambil menyusul gelombang boikot yang dilancarkan oleh konsumen Turki. Aksi boikot ini dipicu oleh dugaan keterlibatan dan dukungan perusahaan induk kedua merek tersebut terhadap politik Israel, yang tengah menjadi sorotan dunia.
Penutupan ini juga menjadi pukulan telak bagi Iş Gıda, perusahaan yang sebelumnya menjadi operator waralaba KFC dan Pizza Hut di Turki.
Setelah kehilangan hak waralaba dari Yum! Brands, perusahaan induk berbasis di AS yang menaungi kedua merek tersebut, Iş Gıda akhirnya mengajukan kebangkrutan. Hanya dalam waktu satu bulan setelah kontraknya diputus, perusahaan itu terjerat utang besar dan tak mampu lagi bertahan.
Dalam sebuah pernyataan resmi, Yum! Brands menyebut pemutusan kerja sama ini dilakukan karena dugaan kegagalan Iş Gıda dalam memenuhi standar perusahaan.
Namun, Iş Gıda membantah tuduhan tersebut dan menegaskan mereka telah berhasil meningkatkan jumlah restoran secara signifikan sejak mengambil alih waralaba, dengan pertumbuhan mencapai 300 persen dalam tiga tahun pertama.
Dampak dari kebangkrutan ini sangat besar. Anadolu Agency (AA) melaporkan bahwa Iş Gıda memiliki utang sekitar 7,7 miliar lira Turki setara dengan USD214 juta. Akibatnya, sebanyak 7.000 pekerja kehilangan pekerjaan, sementara 537 restoran terpaksa ditutup, termasuk 283 gerai KFC dan 254 gerai Pizza Hut di seluruh Turki.
CEO Iş Gıda, Ilkem Şahin mengungkapkan betapa besarnya krisis yang dihadapi perusahaan.
"Realitas yang kita hadapi saat ini adalah utang miliaran lira Turki. Aset perusahaan telah disita oleh bank dan lembaga negara, termasuk pabrik kami. Semua tabungan saya yang telah saya jamin sebagai agunan kini juga hilang," ujarnya.
Sementara itu, ratusan pekerja yang kehilangan pekerjaan melakukan aksi protes di depan kantor pusat Iş Gıda di Istanbul. Mereka menuntut hak-hak mereka dan mempertanyakan nasib mereka setelah kehilangan mata pencaharian secara tiba-tiba.
Dari sisi Yum! Brands, Chris Turner, kepala keuangan dan pewaralaba perusahaan tersebut, mengklaim bahwa mereka telah bekerja sama dengan Iş Gıda selama berbulan-bulan sebelum pemutusan kerja sama, dengan harapan bisa menemukan solusi bagi berbagai permasalahan yang ada.
Namun, menurutnya, Iş Gıda tetap gagal memenuhi standar dan ketentuan mendasar dalam perjanjian waralaba.
Di sisi lain, penutupan ini tak bisa dilepaskan dari gelombang boikot besar-besaran terhadap merek-merek Barat yang dianggap memiliki hubungan dengan Israel. Sejak serangan Israel ke Gaza pada 7 Oktober 2023, yang telah menewaskan lebih dari 47.000 orang,.aksi boikot semakin meluas.
Israel juga terus melakukan pelanggaran di Tepi Barat yang diduduki, semakin memicu kemarahan publik dunia, termasuk di Turki.