Kisah Inspiratif di Balik Resep Ayam Goreng Ikonik yang Mengubah Dunia
Saat dia ingin mewaralabakan restorannya, resepnya dilaporkan ditolak 1009 kali.
KFC menjadi salah satu restoran ayam goreng populer di dunia. Namun, siapa sangka penemuan resep ayam goreng tersebut sangat tidak muda.
Melansir Timesnownews.com, Minggu (26/1) perjalanan Kolonel Sanders cukup berliku dalam menemukan resep ikonik ayam KFC. Dia lahir dari keluarga miskin dan harus rela kehilangan ayahnya pada usia enam tahun.
Untuk menyambung hidup, Kolonel Sanders harus bekerja sebagai buruh tani untuk menghidupi keluarganya. Pada usia 16 tahun, dia bergabung dengan Angkatan Darat AS dengan memalsukan usianya.
Setelah diberhentikan dengan hormat setahun kemudian, Sanders mendapatkan pekerjaan sebagai buruh di kereta api. Namun, dia dipecat setelah bertengkar dengan rekan kerjanya.
Sanders kemudian tinggal kembali bersama ibunya dan mengambil pekerjaan menjual asuransi jiwa, namun dipecat lagi, kali ini karena pembangkangan. Meskipun mengalami kemunduran, dia menolak untuk menyerah.
Pada usia 40 tahun dia memanfaatkan keterampilan memasaknya. Sanders mulai menjual masakan ayam di sebuah bengkel. Ingin mengembangkan bisnisnya, ia mulai memasang iklan di surat kabar yang tidak disukai pesaingnya.
Persaingan tidak sehat tersebut berujung pada baku tembak yang mematikan. Empat tahun kemudian, Sanders membeli sebuah motel, tetapi motel itu hancur dalam kebakaran. Tidak terpengaruh, dia membangun kembali dan terus menjalankan sebuah motel baru sampai Perang Dunia II memaksanya untuk menutupnya.
Menghadapi 1009 Penolakan
Tidak terpengaruh oleh kesulitan yang ada, Kolonel Sanders terus berusaha. Saat dia ingin mewaralabakan restorannya, resepnya dilaporkan ditolak 1009 kali. Tapi dia tidak menyerah.
Akhirnya kerja keras Sanders membuahkan hasil usai usai resepnya gagal hingga 1009 kali, ayam buatannya disebut"Ayam Goreng Kentucky", dan dengan cepat menjadi populer.
Namun, keberhasilan restoran Sanders yang sedang booming berkurang ketika jalan antar negara bagian baru dibuka di dekatnya. Menghadapi kemunduran ini, dia memutuskan untuk menjual restoran tersebut dan fokus pada mimpinya memperluas waralaba KFC dan mempekerjakan pekerja di seluruh negeri.
Setelah bertahun-tahun berjuang dan mengalami kemunduran, Sanders akhirnya mencapai kesuksesan besar. KFC berkembang secara internasional, dan dia menjual perusahaan tersebut seharga USD 2 juta (setara dengan USD 15,3 juta saat ini).
Hingga saat ini, Sanders tetap menjadi tokoh sentral dalam branding KFC, dengan wajahnya terus muncul di logo mereka. Janggut ikoniknya, jas putih, dan dasi baratnya masih mewakili ayam goreng pedesaan lezat yang dicintai di seluruh dunia.
Pada usia 90 tahun, Sanders meninggal karena pneumonia. Saat itu, terdapat sekitar 6.000 lokasi KFC di 48 negara. Pada tahun 2013, jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 18.000 lokasi di 118 negara.