Tak Banyak Orang Tahu, 10 Negara Ini Ternyata Tak Punya Tentara
Simak daftar 10 negara tidak punya tentara dan bagaimana mereka menjaga keamanan nasionalnya.
Di dunia yang penuh dengan konflik dan ketidakpastian, keberadaan militer sering dianggap sebagai sebuah keharusan bagi setiap negara. Namun, tahukah Anda bahwa ada beberapa negara di dunia yang memilih untuk tidak memiliki angkatan bersenjata?
Keputusan unik ini tentu menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana mereka menjaga keamanan dan kedaulatan negaranya. Meskipun terdengar tidak lazim, negara-negara ini memiliki strategi tersendiri untuk melindungi diri dari ancaman eksternal maupun internal.
Mulai dari menjalin kerjasama dengan negara lain hingga mengandalkan kekuatan kepolisian, mereka membuktikan bahwa keamanan tidak selalu harus dicapai melalui kekuatan militer. Lalu, negara mana saja yang tidak memiliki tentara?
1. Kosta Rika
Kosta Rika menghapus militernya pada tahun 1948 setelah perang saudara yang panjang dan melelahkan. Sebagai gantinya, negara ini mengandalkan kepolisian sipil untuk menjaga keamanan dalam negeri.
Selain itu, Kosta Rika juga menjalin kerjasama pertahanan dengan negara-negara sahabat seperti Amerika Serikat dan Kolombia.
Kerjasama ini memungkinkan Kosta Rika untuk mendapatkan bantuan militer jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Dengan demikian, meskipun tidak memiliki tentara, Kosta Rika tetap merasa aman dan terlindungi dari ancaman eksternal.
2. Islandia
Islandia merupakan anggota NATO, namun negara ini tidak memiliki militer permanen. Keamanan Islandia bergantung pada aliansi strategis, terutama dengan Amerika Serikat dan Norwegia. Kedua negara ini siap memberikan bantuan militer kepada Islandia jika diperlukan.
Keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat di Islandia juga memberikan rasa aman tambahan bagi negara ini. Dengan demikian, Islandia dapat fokus pada pembangunan ekonomi dan sosial tanpa harus khawatir tentang ancaman militer.
3. Liechtenstein
Liechtenstein adalah negara kecil di Eropa yang membubarkan angkatan bersenjatanya sejak tahun 1868. Keamanan negara ini dijaga oleh kepolisian, dan mereka mendapatkan perlindungan tambahan melalui hubungan erat dengan Swiss.
Swiss memiliki kewajiban untuk melindungi Liechtenstein jika negara tersebut diserang oleh pihak asing. Hal ini memberikan jaminan keamanan yang kuat bagi Liechtenstein, sehingga negara ini tidak perlu memiliki tentara sendiri.
4. Andorra
Terletak di antara Spanyol dan Prancis, Andorra tidak memiliki militer. Keamanannya dijamin melalui perjanjian dengan kedua negara tetangganya tersebut. Spanyol dan Prancis bertanggung jawab untuk melindungi Andorra dari ancaman eksternal.
Perlindungan ini memungkinkan Andorra untuk mempertahankan statusnya sebagai negara netral dan damai. Negara ini dapat fokus pada pengembangan sektor pariwisata dan keuangan tanpa harus mengalokasikan anggaran untuk pertahanan.
5. Monako
Monako mengandalkan perlindungan militer dari Prancis. Di dalam negeri hanya ada Garda Kehormatan untuk kegiatan seremonial. Garda Kehormatan ini tidak memiliki fungsi militer yang signifikan, melainkan hanya bertugas untuk menjaga keamanan istana dan melaksanakan tugas-tugas protokoler.
Dengan adanya perlindungan dari Prancis, Monako dapat mempertahankan statusnya sebagai negara yang aman dan stabil. Negara ini menjadi tujuan wisata populer bagi para wisatawan yang mencari ketenangan dan kemewahan.
6. Panama
Panama membubarkan militernya pada tahun 1990 setelah masa kediktatoran. Kini, negara ini hanya memiliki pasukan keamanan internal dan menjalin kerjasama regional.
Pasukan keamanan internal Panama bertugas untuk menjaga ketertiban dalam negeri dan memerangi kejahatan. Selain itu, Panama juga aktif dalam kerjasama keamanan regional dengan negara-negara tetangga.
Kerjasama ini bertujuan untuk mengatasi ancaman keamanan bersama seperti narkoba, terorisme, dan kejahatan lintas negara.
7. Nauru
Nauru adalah negara kepulauan kecil di Pasifik yang sepenuhnya bergantung pada Australia untuk urusan pertahanan. Australia bertanggung jawab untuk melindungi Nauru dari ancaman eksternal dan menjaga keamanan maritim di wilayah tersebut.
8. Palau
Palau adalah negara di Mikronesia yang tidak memiliki militer, tetapi telah menandatangani perjanjian Compact of Free Association dengan AS untuk perlindungan militer. Perjanjian ini memberikan jaminan keamanan bagi Palau dan memungkinkan Amerika Serikat untuk membangun pangkalan militer di wilayah tersebut.
9. Samoa
Samoa tidak memiliki tentara. Keamanan internal dikelola oleh polisi, sementara pertahanan luar negeri dibantu oleh Selandia Baru melalui kesepakatan bilateral. Selandia Baru memiliki kewajiban untuk membantu Samoa jika negara tersebut diserang oleh pihak asing.
10. Dominika
Dominika sejak 1981 tidak memiliki militer. Bergabung dalam Regional Security System (RSS) untuk kerja sama keamanan regional. RSS merupakan organisasi keamanan regional yang beranggotakan negara-negara di Karibia Timur. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama dalam bidang keamanan dan mengatasi ancaman bersama.
Negara-negara ini umumnya mengandalkan beberapa strategi untuk menjaga keamanan dan ketertiban, termasuk:
- Kerja sama pertahanan dengan negara lain: Ini merupakan strategi utama, di mana negara-negara tanpa tentara bergantung pada perjanjian dan aliansi dengan negara lain yang lebih kuat untuk perlindungan militer.
- Pasukan polisi yang kuat: Kepolisian memainkan peran penting dalam menjaga ketertiban dalam negeri dan menangani kejahatan.
- Diplomasi dan negosiasi: Menjaga hubungan baik dengan negara lain dan menyelesaikan konflik secara damai merupakan kunci untuk mencegah ancaman eksternal.
- Sistem keamanan regional: Beberapa negara bergabung dalam organisasi keamanan regional untuk kerja sama dalam menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah tersebut.