Sungguh Nyata, Potret Kehidupan Sehari-hari Ratu Tribhuwana Tunggadewi hingga Gajah Mada di Istana Majapahit Divisualkan AI
Digambarkan versi AI, kehidupan dari sang Ratu pun terasa begitu nyata. Seperti apa potret kehidupannya?
Kerajaan Majapahit menjadi salah satu legenda yang rasanya tak pernah lekang oleh waktu. Dari waktu ke waktu, berbagai cerita mengenai kekuasaan hingga kejayaan luar biasa dari Majapahit membuat banyak orang merasa terpukau.
Di masa kini, generasi yang berbekal teknologi canggih berupa Artificial Intelligence alias AI pun dapat dengan mudah merekonstruksi gambaran dari kehidupan di era Majapahit. Salah satunya yakni gambaran rutinitas sehari-hari dari sang Ratu Tribhuwana Tunggadewi hingga mahapatih Gajah Mada.
Digambarkan versi AI, kehidupan dari sang Ratu pun terasa begitu nyata. Seperti apa potret kehidupan tersebut? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Gambaran Kehidupan Ratu Tribhuwana Tunggadewi
Kehidupan Ratu Tribhuwana Tunggadewi pada sekitar abad ke-XIV Masehi digambarkan secara jelas dan terasa begitu nyata dalam unggahan akun Instagram @ainusantara beberapa waktu lalu. Ratu Tribhuwana Tunggadewi sendiri merupakan salah satu penguasa Majapahit yang terkenal karena membuka pintu kejayaan kerajaan nusantara itu.
Ratu yang memerintah Kerajaan Majapahit selama 12 tahun ini bergelar Tribhuwana Wijayatunggadewi Jayawisnuwardhani. Ia dikenal sebagai sosok yang berkepribadian kuat.
Tribhuwana Tunggadewi memerintah Kerajaan Majapahit pada tahun 1328–1351. Ia merupakan buah hati Raden Wijaya (raja pertama dan pendiri Majapahit) dengan Ratu Gayatri. Ia mempunyai adik kandung bernama Dyah Wiyat dan kakak tiri bernama Jayanagara, penguasa Kerajaan Majapahit sebelum dirinya naik tahta.
Pada masa pemerintahan sang kakak, Jayanagara, Tribhuwana diangkat sebagai penguasa bawahan di Jiwana dengan gelar Bhre Kahuripan. Pengalaman ini menempanya jadi pemimpin.
Tribhuwana memerintah Majapahit atas perintah ibunya, Gayatri (Rajapatni), yang saat itu memilih menjadi Bhiksuni. Selama menjalankan pemerintahan, Tribhuwana didampingi oleh suaminya, Kertawardhana Bhre Tumapel.
“Aku Tribhuwana, putri mahkota Majapahit. Ikuti aktivitasku hari ini,” demikian dikutip dari keterangan unggahan.
Dalam gambaran tersebut, Tribhuwana terlihat begitu menawan berbalut busana putri kerajaan. Dengan gayanya yang begitu khas dan mahkota cantiknya, dia digambarkan tengah menikmati waktunya dengan bersembahyang hingga membeli buah-buahan. Bahkan, di sana dia turut memperkenalkan Jayanegara, kakak tiri sekaligus Raja yang pernah memimpin Majapahit sebelum dirinya.
“Kita awali pagi dengan sembahyang pada Sanghyang Tunggal. Ke pasar, membeli buah-buahan untuk Jayanegara, kakak tiriku, calon Raja selanjutnya,” demikian dikutip dari keterangan unggahan.
Setelah itu, Tribhuawana turut digambarkan tengah menghadapi ratusan prajurit yang hendak berperang dari bagian atas suatu bangunan tinggi. Dia pun digambarkan memiliki senyum yang begitu cantik kendati merupakan seorang ratu bermental baja nan tangguh.
“Sekarang ikut aku ke alun-alun Kutaraja, Lapangan Watangan. Mau semangati prajurit yang akan pergi berperang,” demikian dikutip dari keterangan unggahan.
Gambaran Gajah Mada Versi AI
Pada masa pemerintahan Tribhuwana, sejarah turut mencatat tentang mahapatih yang sangat terkenal yakni Gajah Mada. Dipercaya sang ratu memimpin penaklukkan wilayah-wilayah lain, Gajah Mada bersumpah akan menaklukkan seluruh wilayah kepulauan Nusantara di bawah Majapahit. Sumpah itu dikenal dengan Sumpah Palapa.
Selain memperluas wilayah kerajaan, Tribhuwana juga mengirim utusan ke luar negeri untuk membicarakan persoalan ekonomi dan kedaulatan negeri dalam mengatur tata tertib pemerintahan. Pemberontakan dalam negeri juga dapat diatasi dengan baik selama masa pemerintahan Tribhuwana Tunggadewi
“Dialah Gadjah Mada, komandan Bhayangkara. Aku ingin jadikan tangan kananku suatu saat nanti,” demikian dikutip dari keterangan unggahan.
Setelah turun tahta, Tribhuwana Tunggadewi digantikan oleh anaknya yang bernama Hayam Wuruk. Selama memerintah Kerajaan Majapahit, Hayam Wuruk meneruskan apa-apa yang sudah dirintis ibunya. Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Hayam Wuruk bersama Mahapatih Gajah Mada.