Terkenal Tangguh dan Cerdas Pimpin Kerajaan Majapahit selama 12 Tahun, Ini Sisi Lain Ratu Tribhuwana Tunggadewi

Sosok Tribhuwana Tunggadewi dikenal sebagai saah satu pemimpin perempuan era kerajaan yang disegani.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Terkenal Tangguh dan Cerdas Pimpin Kerajaan Majapahit selama 12 Tahun, Ini Sisi Lain Ratu Tribhuwana Tunggadewi
Terkenal Tangguh dan Cerdas Pimpin Kerajaan Majapahit selama 12 Tahun, Ini Sisi Lain Ratu Tribhuwana Tunggadewi (Merdeka.com)

Kemampuannya memimpin kerajaan tak diragukan lagi.

Sosok Sang Ratu

Pada abad XIV Masehi, kerajaan Majapahit menjadi salah satu kerajaan terbesar di Nusantara. Salah satu pemimpinnya yang terkenal adalah Ratu Tribhuwana Tunggadewi. Ratu yang memerintah Kerajaan Majapahit selama 12 tahun ini bergelar Tribhuwana Wijayatunggadewi Jayawisnuwardhani. Ia dikenal sebagai sosok yang berkepribadian kuat.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Tribhuwana Tunggadewi memerintah Kerajaan Majapahit pada tahun 1328–1351. Ia merupakan buah hari Raden Wijaya dan Gayatri.  Ia mempunyai adik kandung bernama Dyah Wiyat dan kakak tiri bernama Jayanagara, penguasa Kerajaan Majapahit sebelumnya.

(Foto: wikimedia.org)

Pengalaman

Pada masa pemerintahan sang kakak, Jayanagara, Tribhuwana diangkat sebagai penguasa bawahan di Jiwana dengan gelar Bhre Kahuripan. Pengalaman ini menempanya jadi pemimpin.

Kisah Cinta

Meninggalnya Jayanagara pada tahun 1328 menimbulkan persaingan hebat di antara para kesatria yang ingin menikahi dua adik perempuan mendiang raja, Dyah Gitarja (nama asli Tribhuwana) dan Dyah Wiyat. Pihak Kerajaan Majapahit akhirnya menggelar sayembara. Chakradhara yang bergelar Kertawardhana Bhre Tumapel, menjadi suami Dyah Gitarja. Dari perkawinan tersebut, lahirlah Hayam Wuruk dan Dyah Nertaja.

Pemerintahan

Pemerintahan
Dok. Istimewa

Tribhuwana memerintah Majapahit atas perintah ibunya, Gayatri (Rajapatni), yang saat itu telah menjadi pendeta Buddha. Selama menjalankan pemerintahan, Tribhuwana didampingi oleh suaminya, Kertawardhana Bhre Tumapel.

(Foto: TikTok @ainusantara)

Pada masa pemerintahan Tribhuwana, kita mengenal mahapatih yang sangat terkenal yakni Gajah Mada. Dipercaya sang ratu memimpin penaklukkan wilayah-wilayah lain, Gajah Mada bersumpah tidak akan menikmati makanan enak (rempah-rempah) sebelum berhasil menaklukkan seluruh wilayah kepulauan Nusantara di bawah Majapahit.

Selain memperluas wilayah kerajaan, Tribhuwana juga mengirim utusan ke luar negeri untuk  membicarakan persoalan ekonomi dan kedaulatan negeri dalam mengatur tata tertib pemerintahan. Pemberontakan dalam negeri juga dapat diatasi dengan baik selama masa pemerintahan Tribhuwana Tunggadewi, sebagaimana dilansir dari jurnal Berkala Arkeologi berjudul Tokoh Wanita Di Jawa Sekitar Abad VII - XIV Masehi (R. Istari, 2004). 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Tribhuwana Tunggadewi mengeluarkan undang-undang tentang pertanahan yang disebut "Pratigundala". Pembuatan undang-undang tersebut bertujuan untuk mengokohkan dan mengatur kelangsungan hidup masyarakat yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani.

(Foto: Freepik tawatchai07)

Estafet Kekuasaan

Setelah turun takhta, Tribhuwana Tunggadewi digantikan oleh anaknya yang bernama Hayam Wuruk. Selama memerintah Kerajaan Majapahit, Hayam Wuruk meneruskan apa-apa yang sudah dirintis ibunya. Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Hayam Wuruk bersama Mahapatih Gajah Mada.

Rekomendasi