Seorang Pejuang Hamas Tewaskan 7 Tentara Israel, Nekat Lempar Bom ke Kendaraan Lapis Baja
Seorang pejuang Hamas berhasil menewaskan 7 tentara Israel. Berikut informasi selengkapnya.
Genosida di Gaza, Palestina masih terus berlangsung hingga hari ini. Padahal, Israel tengah berkonflik dengan Iran hingga membuat wilayahnya porak poranda akibat serangan rudal balistik Iran.
Meskipun serangan masih diluncurkan, pejuang Hamas tetap tak gentar untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Terbaru, seorang pejuang Hamas dengan berani melemparkan bom ke kendaraan lapis baja Israel.
Alhasil, tujuh tentara Israel dikabarkan tewas. Lantas bagaimana informasi selengkapnya? Melansir dari The Times of Israel, Kamis (26/6), simak ulasan informasinya berikut ini.
Tujuh Tentara Israel Tewas
Tujuh tentara Israel tewas selama pertempuran di Jalur Gaza Selatan, Palestina. Mereka tewas setelah kendaraan lapis baja yang ditumpanginya terkena bahan peledak, pada Selasa (24/6).
Kematian tujuh tentara Israel ini menandai salah satu insiden paling mematikan dalam beberapa bulan. Khususnya bagi Pasukan Pertahanan Israel. Pada hari Rabu (25/6), nama-nama dari para tentara Israel yang tewas akibat terkena bahan peledak diungkapkan. Mereka semua bertugas di Batalyon Teknik Tempur ke-605. Berikut daftarnya:
- Letnan Matan Shai Yashinovski (21) dari Kfar Yona
- Sersan Staf Ronel Ben-Moshe (20) dari Rehovot
- Sersan Staf Niv Radia (20) dari Elyakhin
- Sersan Ronen Shapiro (19) dari Mazkeret Batya
- Sersan Shahar Manoav (21) dari Ashkelon
- Sersan Maayan Baruch Pearlstein (20) dari Eshhar
- Sersan Staf Alon Davidov (21) dari Kiryat Yam
Terkena Lemparan Bom dari Pejuang Hamas
Menurut penyelidikan awal IDF, selama operasi di Khan Younis, kematian tujuh tentaranya karena bom yang dijatuhkan oleh pejuang Hamas. Dijelaskan, seorang anggota Hamas berlari ke kendaraan teknik tempur lapis baja (CEV) Puma milik tentara zionis dan menjatuhkan bom ke dalam palka yang terbuka.
Ledakan itu membakar CEV, dan upaya untuk memadamkannya tidak berhasil. Semua prajurit di dalamnya tewas dalam kobaran api. Sisa-sisa CEV yang terbakar kemudian ditarik keluar dari Gaza.
Hamas bertanggung jawab atas serangan itu. Dalam insiden terpisah di daerah Khan Younis, dua prajurit dari Batalyon 605 terluka, satu serius dan satu ringan, oleh RPG yang ditembakkan ke buldoser lapis baja D9 yang mereka operasikan.
Kematian ketujuh tentara ini juga membuat jumlah korban Israel dalam serangan darat terhadap Hamas di Gaza dan dalam operasi militer di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza meningkat menjadi 440.
Netanyahu Ucapkan Bela Sungkawa
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyampaikan belasungkawa atas kematian tujuh personel militernya.
"Para prajurit heroik gugur dalam pertempuran untuk mengalahkan Hamas dan membebaskan para sandera kami di Jalur Gaza selatan," ujar Netanyahu dalam sebuah pernyataan.
"Atas nama saya dan atas nama warga Israel. Saya menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada keluarga yang kehilangan orang yang mereka cintai, dan saya berbagi dengan mereka kesedihan yang tak tertahankan di masa sulit ini," lanjutnya.
Bukan hanya Netanyahu, Menteri Pertahanan Israel Katz juga menyoroti kematian tujuh tentara Israel. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para tentara yang tewas.
"Tentara kami bertempur dengan gagah berani dan gugur dalam misi mereka untuk membela Negara Israel dan memulangkan sandera kami," tulisnya dalam akun X.
Presiden Israel, Isaac Herzog juga berduka atas hilangnya tujuh tentara tersebut.
"Situasi di Gaza sulit, pertempuran sulit, dan bebannya tak tertahankan," tulisnya dalam postingan di akun X.
"Kami menundukkan kepala dan memeluk dengan rasa sakit dan air mata keluarga yang berduka. Kami semua bersama Anda, dalam kesedihan, dengan pelukan dan air mata. Kami akan berdoa untuk kesehatan para prajurit yang terluka dan menguatkan semua prajurit IDF dan komandan mereka yang memikul tanggung jawab untuk melindungi kehidupan kita semua," tambahnya.