Hancur Lebur, Begini Penampakan RS Rujukan Tentara Israel Terkena Serangan Rudal Iran
Serangan rudal Iran menyasar RS rujukan tentara zionis hingga hancur lebur.
Serangan rudal Iran menghantam Soroka Medical Center, sebuah rumah sakit yang digunakan untuk merujuk tentara Israel (IDF) di Be'er Sheva pada Kamis (19/6) kemarin.
Badan berita resmi Iran (IRNA) dalam saluran telegramnya mengklaim serangan rudal tertuju pada markas Komando dan Intelijen Militer Israel (IDF C4I) yang berlokasi di Gav-Yam Technology Park, Be’er Sheva.
Menurut informasi, fasilitas militer itu berada tepat di sebelah Rumah Sakit Soroka, dan merupakan salah satu pusat medis terbesar di Israel selatan. Pasca peristiwa itu terjadi, beberapa media setempat langsung memberitakan dan merekam detik-detik kepanikan saat ledakan terjadi.
Pihak Iran menegaskan RS Soroka bukanlah target yang dituju. Melansir dari akun X @clashreport, Jumat (20/6) kondisi rumah sakit megah terlihat hancur lebur dan membuat para pasien harus dievakuasi keluar gedung.
Iran Hancurkan RS Rujukan Tentara Zionis
Dikutip dari Al Jazeera, RS Soroka dipergunakan untuk merawat tentara zionis yang terluka akibat bertempur dengan pejuang Palestina di Gaza.
Lokasi rumah sakit berada dekat dengan markas intelijen IDF dan fasilitas komando pusat yang terletak di Taman Teknologi Gav-Yam.
Rumah sakit itu sejatinya tidak terkena ledakan rudal secara langsung, namun karena gelombang kejut dari ledakan di dekatnya membuat kaca hingga fasilitas dalam rumah sakit terkena imbasnya.
Kepanikan langsung terjadi tatkala para pasien dan tenaga medis yang berada di dalam gedung mengetahui ledakan terjadi di area gedung.
Khawatir terjadi serangan susulan, mereka langsung berlari meninggalkan gedung dengan bantuan dari pihak keamanan setempat.
Peristiwa itu mengakibatkan 30 orang terluka dan dua di antaranya dalam kondisi kritis.
Israel 'Framing' Serangan Sipil
Pihak Iran menuding Israel sengaja membingkai serangan tersebut sebagai serangan sipil agar mengalihkan perhatian dari apa yang terjadi di Teheran.
Dalam keterangannya, IRNA mengklaim bahwa infrastruktur yang terdampak hanya mengalami kerusakan ringan akibat gelombang kejut dan ledakan. Namun media Israel justru menyebut kerusakan parah di rumah sakit.
Menteri Kesehatan Israel Uriel Buso mengutuk keras serangan tersebut. Dalam pernyataannya yang dikutip oleh Radio Angkatan Darat Israel, Buso mengatakan bahwa Iran telah "melampaui batas merah" dengan menyerang rumah sakit.
“Ini adalah kejahatan perang yang dilakukan oleh rezim Iran,” ucapnya.
Iran menyebut tindakan Israel sebagai bagian dari 'framing'. Apalagi apa yang telah dilakukan Israel selama ini di Palestina hingga mengakibatkan kerusakan fasilitas publik termasuk rumah sakit di Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu jauh lebih parah.
Menurut laporan dari WHO pada Mei 2025, Israel telah menyerang rumah sakit dan fasilitas medis sebanyak 697 kali di Gaza.
“Narasi palsu ini merupakan bagian dari kampanye psikologis yang bertujuan untuk membersihkan citra militer Israel dan menyembunyikan seberapa besar dampaknya terhadap infrastruktur intelijennya,” kata seorang narasumber Iran.