Sekilas Mirip, Ini 5 Cara Membedakan Belut dan Ular Saat Bertemu di Alam
Berikut perbedaan mendasar antara belut dan ular yang perlu diketahui.
Bayangkan kamu berada di tepi sungai, tiba-tiba sesuatu yang panjang dan licin menyentuh kakimu. Sekilas, benda itu terlihat seperti belut, tetapi sejenak kemudian muncul keraguan, apakah itu sebenarnya ular?
Penting untuk memahami perbedaan antara belut dan ular yang sering kali membingungkan. Keduanya memiliki bentuk tubuh yang serupa, yaitu panjang dan ramping, serta bergerak dengan cara yang meliuk.
Namun, meskipun tampak mirip, belut dan ular menjalani kehidupan yang sangat berbeda, mulai dari tempat tinggal, metode bernapas, hingga perilaku saat mencari makanan.
Dalam panduan ini, kamu akan diajak untuk mengenali perbedaan utama antara belut dan ular. Dengan memahami ciri-ciri yang membedakan keduanya, kamu akan lebih mudah untuk mengetahui mana yang belut dan mana yang ular saat menjumpainya secara langsung di alam.
Sebagaimana yang dilansir dari Liputan6.com dari AZ Animals pada Senin (2/2), pengetahuan ini sangat berguna untuk meningkatkan kesadaran kita terhadap keanekaragaman hayati yang ada di sekitar.
Klasifikasi Biologis
Perbedaan utama antara belut dan ular terletak pada klasifikasi biologisnya. Meskipun belut memiliki bentuk yang mirip dengan ular, ia sebenarnya termasuk dalam kelas Pisces atau ikan.
Hal ini mungkin mengejutkan bagi sebagian orang yang terbiasa mengenali ikan melalui sirip yang terlihat jelas.
Menurut B. Sarwono dalam bukunya yang berjudul "Budi Daya Belut dan Sidat", belut merupakan ikan yang unik karena tidak memiliki sirip dada, punggung, dan dubur yang mencolok.
Sirip-sirip tersebut telah berevolusi menjadi lipatan kulit tipis tanpa adanya jari-jari sirip yang kaku. Selain itu, tubuh belut cenderung lebih pipih jika dibandingkan dengan ular.
Di sisi lain, ular diklasifikasikan sebagai bagian dari kelas Reptilia. Ini menunjukkan bahwa ular memiliki hubungan kekerabatan yang lebih dekat dengan kadal atau buaya dibandingkan dengan ikan.
Contohnya adalah ular laut, yang juga merupakan reptil, sama seperti ular yang hidup di darat. Dengan kata lain, meskipun belut dan ular terlihat serupa, mereka berasal dari kategori yang sangat berbeda dalam dunia hewan.
Sistem Pernapasan
Sistem pernapasan merupakan salah satu ciri penting yang membedakan antara belut dan ular, terutama saat keduanya berada di dalam air. Belut mengandalkan insang dan siripnya untuk bernapas, yang memungkinkan mereka mengambil oksigen langsung dari air.
Oleh karena itu, belut tidak dapat bertahan hidup di luar air dalam waktu yang lama. Di sisi lain, ular, termasuk jenis ular laut, menggunakan paru-paru untuk bernapas. Ini berarti ular harus secara berkala muncul ke permukaan air untuk mendapatkan udara.
Meskipun beberapa spesies ular laut memiliki kemampuan untuk menyerap oksigen melalui kulit, paru-paru tetap menjadi organ utama untuk proses pernapasan mereka.
Perbedaan ini sangat berguna dalam identifikasi saat berada di lapangan. Jika Anda melihat hewan air yang sering muncul ke permukaan untuk bernapas, besar kemungkinan itu adalah ular. Sebaliknya, belut tidak akan menunjukkan perilaku tersebut karena insang mereka berfungsi secara optimal di bawah air.
Ciri Fisik
Karakteristik fisik seperti keberadaan sisik dan sirip merupakan indikator yang jelas untuk membedakan antara belut dan ular.
Belut memiliki tubuh yang licin dan tidak bersisik, serta tidak dilengkapi dengan sirip dada, punggung, atau dubur yang terlihat jelas seperti pada kebanyakan ikan.
Sebagai gantinya, belut memiliki lipatan kulit yang tipis. Di sisi lain, seluruh tubuh ular dilindungi oleh sisik.
Bahkan ular laut, meskipun tidak memiliki sirip atau insang seperti ikan, tetap memiliki sisik yang menutupi seluruh tubuhnya. Ular laut juga memiliki ekor yang berbentuk dayung, yang membantu mereka bergerak lebih efisien di dalam air.
Selain itu, belut tidak memiliki rahang yang dapat melebar seperti yang dimiliki ular. Ular dapat melebarkan rahangnya untuk menelan mangsa yang lebih besar.
Bentuk tubuh dan kepala juga memberikan petunjuk yang berbeda. Tubuh belut umumnya lebih pipih, dengan kepala yang cenderung lebih panjang dan tajam.
Saat berenang, belut tampak seperti pita yang meluncur di dalam air. Di sisi lain, tubuh ular berbentuk silindris, meskipun kepala mereka bisa lebih datar tergantung pada spesiesnya.
Habitat dan Metode Reproduksi
Habitat alami dari kedua jenis hewan ini menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan. Belut dapat ditemukan di berbagai lingkungan, baik air tawar maupun laut.
Mereka biasanya menghuni perairan dangkal yang berlumpur, seperti tepian sungai, rawa, dan area persawahan. Sementara itu, ular laut lebih sering ditemukan di wilayah laut, khususnya di sekitar terumbu karang.
Meskipun ada beberapa spesies ular yang hidup di air tawar, sebagian besar ular yang memiliki bentuk menyerupai belut di perairan adalah ular laut yang tinggal di ekosistem laut.
Dalam aspek reproduksi, belut bertelur di dalam air, dan larva belut akan hidup di perairan sebelum menjadi dewasa.
Di sisi lain, ular, tergantung pada spesiesnya, dapat melakukan reproduksi dengan bertelur atau melahirkan anak di daratan. Perbedaan-perbedaan ini semakin memperkuat klasifikasi biologis dari masing-masing hewan.
Cara Membedakan Belut dan Ular di Sungai
Membedakan antara belut dan ular saat berada di sungai atau perairan lainnya dapat dilakukan dengan beberapa pengamatan yang teliti.
Pertama, perhatikan cara mereka bergerak di dalam air. Belut biasanya bergerak dengan cara meluncur seperti pita yang sangat fleksibel, sedangkan ular laut tampak lebih mirip seutas tali tipis, dan beberapa jenisnya memiliki ekor yang berbentuk dayung untuk memudahkan pergerakan.
Kedua, jika memungkinkan dan aman, coba sentuh atau amati permukaan tubuh hewan tersebut. Belut memiliki tubuh yang licin dan tidak memiliki sisik yang terlihat jelas. Berbeda dengan itu, tubuh ular, termasuk ular air, dilapisi oleh sisik.
Ketiga, perhatikan apakah hewan tersebut perlu muncul ke permukaan untuk bernapas. Belut tidak memerlukan hal ini karena mereka dapat bernapas dengan insang di dalam air. Namun, jika Anda melihat hewan tersebut sering muncul ke permukaan untuk menghirup udara, hampir bisa dipastikan itu adalah ular, karena ular bernapas menggunakan paru-paru.
Terakhir, perhatikan lingkungan perairan di mana Anda menemukannya. Belut umumnya ditemukan di perairan tawar yang berlumpur seperti sungai, rawa, atau sawah. Di sisi lain, ular laut, sesuai dengan namanya, biasanya berada di perairan laut, seperti di sekitar terumbu karang. Meskipun ada juga ular yang hidup di air tawar, pola habitat ini dapat menjadi petunjuk awal yang berguna dalam membedakan keduanya.