Remaja di Makassar Tewas Tertembak Polisi, Ini Penjelasan Kapolres
Video peristiwa tewasnya seorang remaja bernama Betrand Eka Praseya Radiman di Jalan Toddopuli Raya, Makassar, beredar luas di media sosial.
Video peristiwa tewasnya seorang remaja bernama Betrand Eka Praseya Radiman di Jalan Toddopuli Raya, Makassar, beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut disebutkan korban tertembak pistol anggota polisi saat penertiban aksi permainan tembak-tembakan menggunakan senapan omega.
Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Makassar, Kombes Pol Arya Perdana membenarkan insiden yang menyebabkan Betrand meninggal dunia. Ia menyebut korban tertembak secara tidak sengaja oleh anggota Polsek Panakukkang.
Arya menjelaskan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.00 Wita, Minggu (8/3), bermula dari laporan warga terkait sekelompok remaja yang bermain senapan omega dan meresahkan masyarakat di Jalan Toddopuli Raya.
Kronologi Penertiban dan Letusan Senjata
Menurut Arya, kelompok remaja tersebut diduga mencegat dan mendorong pengguna jalan, bahkan melukai warga yang melintas.
"Di situ lalu mencegat orang-orang yang jalan, lalu mendorong orang yang jalan, juga melukai orang yang jalan di situ. Sehingga menendang ya, jadi tindakan-tindakan ini sangat meresahkan warga masyarakat," ujarnya di Mapolrestabes Makassar, Selasa (3/3) malam.
Menindaklanjuti laporan tersebut, salah satu anggota Polrestabes Makassar, Iptu N, mendatangi lokasi kejadian. Saat tiba di tempat, ia disebut melihat korban mengancam keselamatan pengendara yang melintas.
"Sehingga begitu Iptu N turun dari mobil, langsung melakukan penangkapan, pegang Betrand, sambil mengeluarkan tembakan peringatan," ungkapnya.
Saat tembakan peringatan dilepaskan, remaja lain yang bermain senapan omega berlarian meninggalkan lokasi. Iptu N disebut telah mengamankan Betrand.
"Kemudian Betrand berusaha untuk melarikan diri, berusaha meronta. Ketika meronta, pistol yang masih dipegang oleh Iptu N itu meletus dengan tidak sengaja, terkena bagian tubuh belakang," bebernya.
Setelah terkena tembakan, korban segera dibawa ke Rumah Sakit Grestelina Makassar, sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.
"Ketika sudah di RS Bhayangkara, ini apa namanya, ternyata Betrand sudah meninggal dunia," tuturnya.
Propam Lakukan Pemeriksaan
Usai kejadian, Iptu N langsung diamankan oleh Seksi Propam Polrestabes Makassar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Senjata api yang digunakan juga telah disita sebagai bagian dari proses penyelidikan.
"Langsung juga Kasatreskrim dan Kasi Propam saat itu juga melakukan olah TKP di tempat. Untuk jenazah sendiri, sementara waktu itu menunggu autopsi. Kami lakukan olah TKP dan penyidikan langsung dimulai pada saat itu juga," kata dia.
Arya menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menutup-nutupi kasus tersebut dan berkomitmen melakukan pemeriksaan secara transparan.
"Kami minta kepada seluruh masyarakat, dengan keluarga-keluarga juga untuk mempercayakan semua tindakan yang akan kami lakukan kepada pihak-pihak yang memang harus dilakukan pemeriksaan," ucapnya.