Potret Rumah Istri Pertama Didi Kempot yang Asri dan Berderet Mobil Mewah
Intip potret rumah istri pertama maestro campur sari Indonesia, mendingan Didi Kempot.
Intip potret rumah istri pertama maestro campur sari Indonesia, mendiang Didi Kempot.
Potret Rumah Istri Pertama Didi Kempot yang Asri dan Berderet Mobil Mewah
Bagi sebagian besar orang pasti tidak asing dengan sosok mendiang Didi Kempot. Ia dikenal sebagai legenda campur sari asal Solo, Jawa Tengah.Didi Kempot telah tutup usia pada bulan Mei tahun 2020 lalu. Meski sosoknya sangat populer, tak banyak yang tahu jika Didi ternyata memiliki tiga orang istri.
Istri pertama Didi Kempot bernama Saputri yang saat ini tinggal di sebuah desa di Ngawi, Jawa Timur.
Berikut potret rumah istri pertama sang maestro campur sari. Simak ulasannya:
Seorang Youtuber melalui kanal Youtube Jejak Richard, membagikan video merekam potret rumah Saputri, istri pertama Didi Kempot.
Dalam keterangan video, disebutkan jika rumah Saputri berlokasi di Desa Mejasem, Ngawi, Jawa Timur.
Rumah istri pertama Didi Kempot ini lokasinya hanya berjarak sekitar satu kilometer dari makam sang maestro.
Dalam video, terlihat rumah yang ditinggali Saputri tidak terlalu megah namun tetap tampak nyaman. Di depan rumah juga ada dua unit mobil yang terparkir.
Sampai sekarang, kediaman Saputri masih sering didatangi oleh para penggemar Didi Kempot
Bahkan dalam video, merekam momen ketika penggemar Didi rela datang jauh-jauh dari Suriname untuk melihat rumah tempat di mana istri pertama Didi Kempot tinggal.
Sosok Didi Kempot sendiri memang cukup terkenal di Suriname. Pada 1993, Didi Kempot pernah tampil di negara tersebut dengan menyanyikan lagu "Cidro".
Sejak saat itu, pamornya sebagai musisi langsung terkenal di Suriname.
Setelah Suriname, Didi Kempot lanjut menginjakkan kakinya di Eropa. Pada 1996, ia mulai menggarap dan merekam lagu berjudul "Layang Kangen" di Rotterdam, Belanda.
Pria bernama lengkap Dionisius Prasetyo itu lahir di Surakarta, 21 Desember 1966. Ia merupakan anak dari seorang seniman tradisional terkenal, Ranto Edi Gudel atau lebih dikenal dengan nama Mbah Ranto.
Keluarga Didi memang memiliki darah seni yang kental. Kakaknya, yakni Mamiek Prakoso merupakan seorang pelawak senior dari Srimulat.
Nama panggung 'Kempot', merupakan singkatan dari Kelompok Pengamen Trotoar. Ini adalah grup musik asal Surakarta yang membawa Didi hijrah ke Jakarta.
Sebelum meninggal, Didi Kempot bahkan dijuluki sebagai The Godfather of Broken Heart atau Bapak Patah Hati Nasional.
Hal ini dikarenakan lagu-lagunya banyak berkisah tentang kesedihan, cinta, dan patah hati.
Karir Didi Kempot
Didi Kempot memulai karirnya sebagai musisi jalanan pada tahun 1984 hingga tahun 1986 di Kota Solo. Ia kemudian mengadu nasib ke Jakarta pada tahun 1987.
Pada tahun 1989, ia meluncurkan album pertamanya dan lagu Cidro menjadi salah satu andalannya.
Di tahun 1999, Didi mengeluarkan salah satu lagunya yang sangat legendaris sampai sekarang, yakni Stasiun Balapan.
Didi Kempot telah menulis sekitar 700 lagu, baik yang dipublikasi maupun tidak. Lagu-lagu tersebut kebanyakan menggunakan Bahasa Jawa dan bertemakan patah hati.
Setidaknya, ada 23 album yang pernah dirilis oleh Didi Kempot. Sebagian besar lagu ciptaannya pun cukup populer dan digemari oleh banyak pendengar dari segala kalangan usia.
Lagu-Lagu andalan di dalamnya seperti Sewu Kutha, Stasiun Balapan, Cidro, Tanpa Sliramu, Eling Kowe, hingga Suket Teki.