Kabupaten Trenggalek punya sosok penting di bidang campursari yang tak kalah keren dari Didi Kempot dan Cak Diqin, namanya Agus Mukarwanto atau lebih dikenal sebagai Agus Sarondeng.
Advertisement
Agus lahir di Jawa Tengah dari lingkungan keluarga seniman. Sang ayah merupakan pemain wayang orang di Kota Solo yang sering memerankan tokoh Gatotkaca. Sejak kecil, Agus juga sudah menunjukkan minat tinggi pada dunia kesenian. Ia menyukai wayang kulit.
Advertisement
Lulus SMA, Agus melanjutkan pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia (STSRI) Asri (kini Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta. Meskipun kuliah seni rupa, namun Agus sangat mencintai dunia musik.
Hobi musik itu disikapi serius oleh Agus. Ia pernah membentuk beberapa kelompok musik, salah satunya yang masih aktif hingga sekarang adalah orkes Madya Laras. Pria kelahiran Agustus 1960 ini menyukai musik campursari karena jenis musik ini paling dekat dengan aliran langgam Jawa dan keroncong. Adapun idola Agus dalam menapaki karier sebagai pencipta lagu campursari adalah sosok Manthous, Didi Kempot, dan Sonny Joss.
Ciri khas musik campursari Agus ialah penggunaan gamelan. Ia bersiteguh mempertahankan instrumen gamelan sebagai upaya agar anak-anak muda kenal dengan budaya Jawa.
Advertisement
Advertisement
Agus telah menciptakan puluhan lagu campursari. Dua lagunya yang paling terkenal berjudul Monggo Tindak Trenggalek dan Menak Sopal.
Advertisement
Mengutip TikTok ghaniyos, eksistensi Agus Sarondeng sebagai seniman campursari diganjar sejumlah penghargaan. Salah satunya, ia dinobatkan sebagai pencipta lagu unggulan pada Festival Lagu Daerah Jawa Timur (2007),
Melalui akun YouTube Agus Sarondeng, seniman yang merupakan guru kesenian di sebuah SMP Negeri di Trenggalek ini kerap membagikan kegiatan berkeseniannya. Selain tampil bersama orkes Madya Laras, Agus juga sering mengunggah aktivitasnya cover lagu karya para seniman ulung terdahulu, salah satunya Ki Nartosabdo.